Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Status Pemain Tak Jelas, Seleksi Garuda Select Jilid 3 Diduga Ada Pemain Titipan
04 November 2020 | 11:21 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @JawaPos.com ± 2 tahun yang lalu
662   x
Share on:
(Status Pemain Tak Jelas,  Seleksi Garuda Select Jilid 3 Diduga Ada Pemain Titipan) - @JawaPos.com - Para pemain utama Garuda Select II sebelum melawan Inter Milan U-17 di Suning Youth Development Centre, Milan (22/1).
Keterangan gambar : Status Pemain Tak Jelas, Seleksi Garuda Select Jilid 3 Diduga Ada Pemain Titipan Para pemain utama Garuda Select II sebelum melawan Inter Milan U-17 di Suning Youth Development Centre, Milan (22/1). (Sumber gambar:@JawaPos.com)

Dituding Ada Kolusi dan Pemain Titipan dalam Garuda Select III


Liga123 - Seleksi Garuda Select angkatan ketiga mencapai tahap akhir kemarin (3/11). Rencananya, besok atau lusa nama-nama pemain yang akan dikirim ke Inggris diumumkan.


Sayang, seleksi yang dilakukan selama seminggu terakhir tidak terlepas dari kontroversi. Salah satunya adalah cara PSSI menentukan nama-nama pemain yang dipanggil untuk ikut seleksi di Stadion Pakansari, Bogor.


Diduga ada pemain titipan dari nama-nama yang dipanggil. Mereka tidak melalui prosedur seperti dua angkatan Garuda Select sebelumnya.


Hal itu diungkapkan Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur Amir Burhanuddin. Dia mempertanyakan dari mana PSSI memunculkan nama-nama pemain sehingga bisa ikut seleksi Garuda Select III.


Sebab, kompetisi Elite Pro Academy (EPA) yang jadi gelaran pemilihan bakat dari dua angkatan sebelumnya, khususnya di U-16, tidak digelar tahun ini. ’’Kompetisi tidak jalan, maka pemanggilan pemain jadi tidak jelas,’’ ucapnya.


Dia bisa memaklumi jika PSSI mengambil nama-nama tersebut dari klub-klub Liga 1, Liga 2, ataupun Liga 3 meski tidak ada kompetisi musim ini. Yang jadi pertanyaan, ada beberapa pemain yang dipanggil ikut seleksi justru dari SSB yang tidak jelas. ’’Dasarnya apa? Jadi wajar jika ada anggapan kalau ada pemain titipan,’’ terangnya.


SSB yang tidak jelas menurutnya adalah tidak punya afiliasi dengan program dari Asprov PSSI. Di Jawa Timur, misalnya. Amir menuturkan, sejak tahun lalu, Asprov PSSI Jatim menjalankan program SSB terafiliasi dan hasilnya sudah dilaporkan ke PSSI.


’’Lha ini ada panggilan Garuda Select III dari SSB yang namanya saja baru kami tahu dari surat PSSI kemarin. Bagaimana ceritanya itu bisa terjadi?’’ ungkapnya.


Seharusnya, para pemain yang dipanggil PSSI berasal dari SSB yang masuk program afiliasi dengan asprov. Tidak tiba-tiba muncul. Hal itu membuat banyak pihak mempertanyakan transparansi PSSI dalam pemilihan pemain untuk seleksi Garuda Select III.


Andai saja memang alasan PSSI tidak ada kompetisi dan terpaksa memanggil para pemain ’’seenaknya’’ saja, Amir mempertanyakan mengapa bukan Tim Nasional Indonesia U-16 saja yang menggantikannya.


Mengapa bukan skuad Tim Nasional Indonesia U-16 yang masuk program Garuda Select III untuk dikirim ke Inggris? Tidak perlu jauh-jauh ke Uni Emirat Arab dan memakan biaya yang tidak sedikit. ’’Sekalian saja dengan tim Pelatihnya Bima Sakti cs. Suruh sekalian belajar sama timnya Dennis Wise,’’ ucapnya.


Jawa Pos berusaha mencari tahu kepada PSSI terkait protes yang diajukan Amir. Sayang, tak satu pun dari pihak PSSI memberikan penjelasan. Bahkan, Mundari Karya yang ditunjuk di sektor High Performance Unit(HPU) khusus pengembangan usia muda di PSSI, juga tidak menjawab pertanyaan dari Jawa Pos malam kemarin (2/11).



Share on: