Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Latihan berat timnas Indonesia U-19 dianggap sudah wajar
08 September 2020 | 11:30 WIB oleh Amirul Mukminin
TimnasIndonesia - @Detik.com ± 2 tahun yang lalu
118   x
Share on:
(Latihan berat timnas Indonesia U-19 dianggap sudah wajar) - @Detik.com - Para pemain timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sedang menjalani pemusatan latihan di Kroasia.
Keterangan gambar : Latihan berat timnas Indonesia U-19 dianggap sudah wajar Para pemain timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sedang menjalani pemusatan latihan di Kroasia. (Sumber gambar:@Detik.com)

Latihan Berat Tim Nasional U-19 Tak Bisa Ditawar-tawar


Liga123 - Pemain Tim Nasional Indonesia U-19 tak kuat menjalani latihan yang diberikan Shin Tae-yong. Menurut Dokter Olahraga Michael Triangto, latihan keras memang wajib dilakukan.


Beberapa pemain diberitakan cedera hingga pingsan karena menjalani latihan keras sejak awal berada di Kroasia. Peningkatan fisik memang jadi fokus Pelatih (Juru Taktik) Tim Nasional U-19 Shin Tae-yong, bahkan sudah diungkapkan saat diperkenalkan PSSI pada akhir tahun lalu


Bagas Kaffa cs tanpa ampun langsung digembleng fisiknya setibanya di Kroasia pada Minggu (30/8/2020). Latihan pada hari-hari awal sebenarnya cuma recovery, namun intensitasnya ditingkatkan seiring berjalannya waktu.


Michael Triangto setuju dengan hal tersebut. Menurutnya atlet memang harus digembleng fisiknya jika mau meraih hasil maksimal.


"Kalau kita bicara atlet, pertama latihan memang harus keras. Karena kita harus membuat setiap atlet yang tergabung dalam Tim Nasional U-19 itu harus melampaui batas-batas kemampuan dia saat ini harus terlewati. Kalau capek, berat, buat saya itu bukan alasan," ujar Michael Triangto saat berbincang dengan detikSport.


"Tujuan kita kan untuk prestasi yang lebih baik, jadi wajar. Kalau ditawar-tawar terus tidak mendapat komplain apa-apa, nanti yang bakal komplain masyarakat luas. Jadi ini adalah suatu yang penting untuk meningkatkan kemampuan setiap atlet kita untuk mencapai standar tertentu," ujarnya menambahkan.


Michael Triangto yang bertugas di PBSI ini menilai bahwa latihan sudah menjadi makanan yang akrab buat atlet-atlet bulutangkis nasional. Tanpa bermaksud membandingkan dengan sepakbola, bulutangkis Indonesia memang lebih berprestasi di pentas internasional.


Justru seorang atlet akan sangat berterima kasih kepada Pelatih (juru taktik) yang memberi mereka latihan berat saat mereka berprestasi. Untuk itu ia mendukung langkah yang dilakukan Shin Tae-yong bersama Tim Nasional U-19.


"Atlet-atlet bulutangkis juga digembleng latihan keras. Bisa tanya ke Lius Pongoh, Rudy Hartono, Christian Hadinata, seperti apa materi dari Pelatih (juru taktik) fisik mereka. Dan mereka mampu melewatinya seperti sekarang. Mereka berterima kasih untuk karena bisa menjadi modal buat kita untuk bisa menang, menang, menang," ungkap Michael.


Saat ini bulutangkis levelnya sudah di atas, nggak fair kalau dibandingkan dengan PSSI (Tim Nasional Indonesia) apalagi yang U-19. Latihan keras adalah proses. Kalau ditawar terus kapan mau majunya?" imbuh dia mempertanyakan.


 



Share on: