Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Plus Minus Bila Liga 1 Kembali di Gelar Menurut Kiper Persija
05 Oktober 2020 | 04:56 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Wartakota.live.com ± 2 tahun yang lalu
176   x
Share on:
(Plus Minus Bila Liga 1 Kembali di Gelar Menurut Kiper Persija) - @wartakota.live.com - Kapten Timnas Indonesia Andritany Ardiasyah
Keterangan gambar : Plus Minus Bila Liga 1 Kembali di Gelar Menurut Kiper Persija Kapten Timnas Indonesia Andritany Ardiasyah (Sumber gambar:@wartakota.live.com)

Kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa Khawatir Kompetisi Timbulkan Klaster Baru Covid19


Liga123 - Kendati Demikian, kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, khawatir menjalani kompetisi musim ini. Kenyataannya, saat ini pandemi Covid19 di Indonesia belum berakhir.


"Sebenarnya kalau liga digulirkan ngeri-ngeri sedap. Kalau liga digulirkan ada bahayanya, karena masih dalam masa pandemi Covid19," ujar Andritany dikutip dari TribunJakarta.com.


Meski PSSI dan PT Liga Indonesia Baru ( PT Liga Indonesia Baru (LIB)) selaku operator kompetisi, melarang para suporter datang ke stadion, Andritany menilai bahwa ancaman korona virus masih tinggi.


Sebab, setiap pertandingan akan memertemukan dua tim, wasit, ofisial tim, keamanan, dan elemen lain.


Situasi tersebut bisa menimbulkan kerumunan atau klaster baru, jika ada satu orang positif terkena Covid19.


"Walaupun tanpa penonton, tetapi pertandingan Sepakbola itu memertemukan dua tim. Ditambah wasit di lapangan. Jadi, satu kerumuman orang," ungkap Andritany.


Hal lain yang ditakutkan kapten Macan Kemayoran itu adalah kondisi di ruang ganti di stadion di Indonesia yang kebanyakan tidak memiliki ruangan yang cukup besar dan fasilitas memadai.


"Terlebih lagi kondisi di locker room yang kurang besar membuat terjadinya kerumunan orang," ucap Andritany.


Andritany yakin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak akan tinggal diam dan sudah mempersiapkan semuanya dengan baik.


Pada lanjutan Liga 1 musim ini, segala aturan dan protokol kesehatan ketat akan diterapkan dalam pelaksanaan kompetisi.


" PT Liga Indonesia Baru (LIB) pasti sudah memerhitungkan masak-masak semuanya. Dari protokol kesehatan sampai antisipasi kalau ada yang kena Covid19," tutup eks kiper Sriwijaya FC tersebut.



Share on: