Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Ponaryo Astaman : Klub Liga 2 Harus Taati Keputusan NDRC
05 Oktober 2020 | 05:58 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga2 - @Wartakota.live.com ± 2 tahun yang lalu
108   x
Share on:
(Ponaryo Astaman : Klub Liga 2 Harus Taati Keputusan NDRC) - @Wartakota.live.com - General Manager Asosiasi Pesepakbola Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman
Keterangan gambar : Ponaryo Astaman : Klub Liga 2 Harus Taati Keputusan NDRC General Manager Asosiasi Pesepakbola Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman (Sumber gambar:@Wartakota.live.com)

General Manager APPI Ponaryo Astaman Kritisi Klub Bermasalah di Liga 2 2020


Liga123 - Hal itu dikatakan General Manager Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman.


NDRC merupakan wadah penyelesaian masalah dan sengketa yang berhubungan dengan Sepakbola di Indonesia.


Pernyataan Ponaryo terkait dengan sanksi yang dijatuhkan NDRC kepada lima klub Liga 2 akibat tidak membayarkan gaji kepada pemainnya.


Kelima klub tersebut adalah PSMS Medan, PSPS Riau, PSKC Cimahi, Perserang Banten, dan Kalteng Putra.


PSMS terbebas dari hukuman, karena sudah melunasi kewajibannya kepada pemain yang bersangkutan.


Untuk empat klub lain, APPI sudah mengingatkan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), agar tidak diizinkan mendaftarkan pemain baru, jika belum melunasi tunggakan kepada pemain-pemainnya.


Ponaryo menuturkan, ada beberapa klub terhukum masih tidak menjalankan apa yang telah ditetapkan NDRC.


Padahal, NDRC merupakan badan Arbitrasi dari permasalah dan juga pilot project pengembangan dari FIFA.


"Konsekuensi dari kondisi yang ada, regulasi harus tetap kita ikuti. Ada beberap klub sampai saat ini masih berstatus terhukum dari NDRC. Ini yang tidak diketahui dan tidak dipahami oleh klub," ujar Ponaryo dikutip dari TribunJakarta.com.


Menurut Ponaryo, empat klub itu harus melunasi utangnya sebelum merekrut pemain baru.


"Keputusan sudah diketok oleh pengadilan NDRC. Klub harus bayar tunggakan gaji ke pemainnya. Kalau tidak dilakukan dan diselesaikan dalam waktu 45 hari, klub itu akan dapat hukuman transfer pemain," ujar Ponaryo.


Kendati Demikian, empat klub itu justru mendatangkan pemain sebelum kompetisi Liga 2 2020 digelar. Hal itu mencederai segala aturan dan keputusan yang telah dikeluarkan NDRC.


Ponarto sudah bersurat kepada PSSI terkait permasalahan tersebut.


Dia khawatir empat klub Liga 2 itu mendapatkan sanksi lanjutan dari FIFA, sebab NDRC terhubung langsung dengan FIFA.


"Mudah-mudahan, persoalan ini bisa diselesaikan cepat sama PSSI," tutup eks gelandang Tim Nasional Indonesia tersebut.



Share on: