Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Arema Kedatangan Pemain Keturunan 4 Negara
06 September 2020 | 14:50 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Wearemania.net ± 2 tahun yang lalu
237   x
Share on:
(Arema Kedatangan Pemain Keturunan 4 Negara) - @Wearema.net - Seiya da Costa Lay
Keterangan gambar : Arema Kedatangan Pemain Keturunan 4 Negara Seiya da Costa Lay (Sumber gambar:@Wearema.net)

Seiya da Costa Lay, Pemain Arema U-20 Keturunan Empat Negara


Liga123 - Sesi latihan Arema sejak tiga hari terakhir dihiasi wajah pemain berwajah ke-Jepang-an, yang tak lain adalah pemain Arema U-20, Seiya da Costa Lay. Ternyata, si pemain bukan cuma keturunan Jepang saja, melainkan keturunan empat negara sekaligus.


Lahir di Hiroshima, Jepang, pada 30 September 2001, Seiya memegang paspor Indonesia. Orang tuanya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang lama tinggal di Jepang.


Ayahnya, Jefry da Costa merupakan yang lahir di Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berdarah Portugis. Sementara ibu Seiya, Sisilia Ma, merupakan peranakan Jepang yang juga memiliki darah Cina.


“Saya memang lahir di Jepang, tapi orang tua saya asli orang Indonesia. Kakek dan nenek saya ada yang dari Portugis dan juga Cina,” kata Seiya kepada WEAREMANIA.


Keunikan Lain Keluarga Seiya da Costa Lay


Keunikan keluarga Seiya da Costa bukan cuma dari sisi silsilah keturunannya saja. Masih ada keunikan lainnya yang menarik untuk dikuak.


Meski keluarganya tinggal di Jepang, dalam kehidupan keseharian, ayah dan ibunya jarang sekali berkomunikasi menggunakan Bahasa Jepang. Justru mereka berbicara satu sama lain menggunakan Bahasa Indonesia.


“Di rumah bicara pakai Bahasa Indonesia. Kalau Bahasa Jepang saya bisa, karena untuk (berkomunikasi) di sekolah (SMA). Saya juga bisa Bahasa Indonesia sedikit-sedikit,” tandasnya.


 



Share on: