Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Tak Hanya Pemain, Wasit Juga Rasahkan Dampak Mundur Nya Liga 1 dan 2
07 Oktober 2020 | 06:25 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Indosport.com ± 2 tahun yang lalu
257   x
Share on:
(Tak Hanya Pemain, Wasit Juga Rasahkan Dampak Mundur Nya Liga 1 dan 2) - @Indosport.com - Penundaan kick off lanjutan kompetisi Liga 1 dan 2 2020, tak hanya berdampak kepada tim peserta saja, namun banyak pihak yang terkena imbasnya termasuk wasit.
Keterangan gambar : Tak Hanya Pemain, Wasit Juga Rasahkan Dampak Mundur Nya Liga 1 dan 2 Penundaan kick off lanjutan kompetisi Liga 1 dan 2 2020, tak hanya berdampak kepada tim peserta saja, namun banyak pihak yang terkena imbasnya termasuk wasit. (Sumber gambar:@Indosport.com)

Wasit Turut Terkena Dampak Ditundanya Liga 1 dan Liga 2 2020


Liga123 - Penundaan kick off lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 22020, tak hanya berdampak kepada tim peserta saja, namun banyak pihak yang terkena imbasnya tidak terkecuali wasit. 


Hal tersebut disampaikan oleh, Oki Dwi Putra, wasit yang sering memimpin pertandingan kompetisi Sepakbola di Indonesia. Menurutnya, penundaan tersebut membuatnya harus mempersiapkan kembali program untuk menjaga kebugaran. 


Kenyataannya, sebelumnya ia sudah mempersiapkan diri mulai dari fisik hingga mental, untuk kembali memimpin pertandingan kompetisi. Kendati Demikian, dua hari menjelang kick off Liga 1 2021, Selasa (29/09/2020) PSSI memberi keputusan untuk menunda kompetisi selama satu bulan, dari Oktober ke November 2020. 


Sebagai informasi, PSSI secara resmi memberi keputusan untuk menunda kick off lanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020, setelah melakukan koordinasi dengan Kemenpora dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Selasa (29/09/2020). 


PSSI mengambil keputusan tersebut, dua hari menjelang kick off Liga 1 yang sebelumnya akan digelar 1 Oktober 2020. Langkah itu diambil, setelah pihak Kepolisan tidak memberikan izin keramaian, dengan pertimbangan situasi pandemi covid-19 yang terus meningkat. 


"Kalau denger kabar kaya gitu ya kecewa juga, kemudian secara motivasi juga menurun. Karena dengan covid yang beberapa waktu kita berusaha latihan kembali meningkatkan performance, sudah ada signal liga dimulai, secara psikologi dan mental kita sudah siap untuk bertugas kembali," ujar Oki, Senin (05/10/2020). 


"Ketika kita sudah kembali dan kabar ditunda, bagi kami itu tsunami untuk kita. Tidak hanya kami yang di wasit tapi saya rasa semua lah, baik pemain atau semua yang menyangkut tentang stakeholder Sepakbola," ungkapnya menambahkan. 


Oki menambahkan, sejak dihentikannya kompetisi pada pertengahan Maret lalu, karena pandemi koronaatau covid-19 membuat pendapatannya sebagai wasit ikut terhenti. 


"Bagi saya pribadi ini malapetaka buat kita semua, karena ya itulah kita hanya profesional jalankan satu sisi di bidang jasa profesional di wasit," tuturnya.


"Mau tidak mau, dengan adanya pemberhentian tidak adanya pemasukan dan itu berjenjang beberapa bulan, dan sudah kami lalui semua, mau gak mau lah sekarang ditunda kembali dan belum pasti apa yang dikatakan kompetisi akan digelar, kita tidak tahu," jelasnya. 


Oki berharap, kompetisi Sepakbola di Indonesia bisa bergulir kembali dan pandemi segera berakhir. Agar Sepakbola bisa kembali berjalan dengan normal seperti sebelumnya. 


Karena, banyak pihak yang mengandalkan pendapatan dari Sepakbola, mulai dari pemain, Pelatih, official tim hingga orang-orang yang biasa berjualan atribut Sepakbola. 


"Bukan saya yang mengalami, tapi semuanya, pemain bola, Pelatih, semuanya lah di Sepakbola yang berkaitan. Jadi saya berharap disini bukan hanya saya saya mewakili rekan-rekan kapan ini semua berakhir dan saya pun tidak tahu," tuturnya. 


"Tapi marilah kita memikirkan yang pada intinya menafkahi keluarga, kemudian saya pribadi dan banyak semua seperti yang berjualan kopi lah ada di stadion, penjual kaos, semua lah, banyak yang terkait di situ, mudah-mudahan ini bisa berlalu karena dapat mempengaruhi semua segi kehidupan, semua finansial, tidak hanya di negeri kita tapi semua," harapnya. 


Sementara itu, sebelumnya tim peserta Liga 1 dan Liga 2 2020 sudah menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas kembali untuk menyambut kompetisi. Bahkan, klub rutin melakukan test untuk melihat kondisi kesehatan pemain, Pelatih (juru taktik) dan official tim. 



Share on: