Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Dana 5 Miliar di Siapkan PSSI untuk Swab Tes Pemain Klub Liga 1 dan Liga 2
09 September 2020 | 07:30 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Tempo.co ± 2 tahun yang lalu
97   x
Share on:
(Dana 5 Miliar di Siapkan PSSI untuk Swab Tes Pemain Klub Liga 1 dan Liga 2) - @Tempo.co - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan
Keterangan gambar : Dana 5 Miliar di Siapkan PSSI untuk Swab Tes Pemain Klub Liga 1 dan Liga 2 Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (Sumber gambar:@Tempo.co)

PSSI Siapkan Rp 5 Miliar untuk Swab Test Pemain Liga 1 dan Liga 2


Liga123 - PSSI telah menyiapkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk swab test atau tes usap para pemain dan seluruh pihak pertandingan untuk kelancaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.


"Kita siapkan anggaran untuk swab itu Rp 5 miliar kurang lebih. Itu memang menjadi tanggung jawab federasi dan tentu kalau sudah bergulir ada sponsor kembali," ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam webinar di Jakarta, Selasa.


Iriawan berbicara Satgas Percepatan penanganan COVID-19 juga akan membantu PSSI untuk swab test ini.


Dengan begitu, federasi dan operator liga bisa menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai dengan ketentuan Sepakbola di tengah pandemi.


"Pak Doni Monardo (Ketua Satgas COVID-19) juga berbicara akan membantu kami. Jadi meringankan kami juga," ujar Iriawan.


Menurut dia, bergulirnya kembali kompetisi Sepakbola Indonesia akan membuktikan kepada dunia bahwa olahraga di Indonesia bisa berdampingan dengan COVID-19.


Menurut dia masyarakat Indonesia tak bisa menunggu kapan pandemi berakhir sebelum vaksin ditemukan. Oleh karena itu, kata Iriawan, salah satu caranya adalah hidup berdampingan dengan COVID-19 sembari menunggu vaksin dan ketat menerapkan protokol kesehatan.


"Lewat bergulirnya lagi kompetisi Liga 1 dan Liga 2 kami ingin menunjukkan ke dunia kalau Indonesia juga sudah siap untuk hidup berdampingan dengan COVID-19 dan menerapkan sistem kehidupan baru atau new normal," ujar dia.


Dia menilai kelanjutan kompetisi bakal berpengaruh kepada geliat ekonomi yang berdasarkan kajian salah satu universitas perputaran ekonomi dalam satu musim mencapai Rp 3 triliun.


"Menurut kajian Universitas Indonesia satu musim kompetisi berhenti Rp 3 triliun kerugian yang ada di masyarakat. Dan jika satu musim kompetisi berhenti maka satu generasi akan terputus," ujar dia.


 



Share on: