Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Antisipasi Hukuman Pinalti, Sriwijaya FC Asah Insting Kiper
12 September 2020 | 16:57 WIB oleh Febri
Liga2 - @indosport.com ± 2 tahun yang lalu
123   x
Share on:
(Antisipasi Hukuman Pinalti, Sriwijaya FC Asah Insting Kiper) - @indosport.com - Kiper Sriwijaya FC Imam Arief Fadillah, menjalani latihan penalti bersama rekan setimnya
Keterangan gambar : Antisipasi Hukuman Pinalti, Sriwijaya FC Asah Insting Kiper Kiper Sriwijaya FC Imam Arief Fadillah, menjalani latihan penalti bersama rekan setimnya (Sumber gambar:@indosport.com)

Antisipasi Terhukum Penalti di Liga 2, Sriwijaya FC Asah Insting Kiper


Liga123 - Terhitung dua minggu sudah Sriwijaya FC melakoni latihan sebagai bentuk persiapan menyambut lanjutan Liga 2 2020. Sesi tersebut selalu ditutup dengan adu penalti.


Latihan ini tentunya lebih terfokus kepada kiper mengingat lanjutan kompetisi memakai sistem home tournament, regulasi sudah pasti akan berdasarkan hitungan poin. 


Babak tos-tosan tentunya tidak akan terjadi. Tapi, penalti bisa saja terjadi di waktu normal dan bakal menentukan hasil akhir.


Hal itulah yang diantisipasi Pelatih (juru taktik) Budiardjo Thalib yang menyiapkan kiper andal. Imam Arief Fadillah, Royhan Hafiludin, Haris Rotinsullu, dan Rudi Nurdin Rajak, harus siap dengan kondisi itu.


 


 


“Liga 2 memakai format home tournament, semua kemungkinan bisa terjadi. Pemain harus siap andaikan ada penalti,” kata Budiardjo Thalib, Jum'at (10/9/20).


 


Keempat kiper harus punya mental kuat dalam menghalau sepakan penalti. Mereka kini diwajibkan mengasah insting membaca arah sepakan lawan dari titik putih.


Dilain sisi, jajaran Pelatih (juru taktik) juga mencari algojo penalti. Sejumlah, nama dikantongi jika nanti justru Sriwijaya FC-lah yang mendapat kesempatan menembak dari titik putih.


“Itulah kenapa kami selalu melakukan latihan adu penalti. Seperti saya bilang tadi, musim ini home tournament, penalti bisa menjadi penentu hasil akhir pertandingan,” jelasnya.


Kiper Sriwijaya FC, Imam Arief Fadillah, juga sadar betul akan peran penjaga gawang Ia bersama ketiga rekannya terus mengasah kemampuannya dalam dua minggu terakhir.


Di bawah bimbingan legenda hidup Sriwijaya FC yang notabene Pelatih (juru taktik) kiper Ferry Rontinsullu, fisik dan kemampuan mereka terus terasah. Secara bergantian, di setiap penhujung latihan seluruh kiper harus dapat menghentikan sepakan rekan satu timnya.


“Kami memang butuh latihan eksra keras karena kompetisi Liga 2 segera di mulai dan persaingan sangat berat. Selain mengasah kemampuan, juga menambah rasa percaya diri dan mental kiper,” ujar Imam Arief Fadillah.


Kerasnya latihan Sriwijaya FC selama dua minggu terakhir, ditegaskan Imam, tak memberatkan dirinya dan rekan-rekannya lantaran selama libur ia terus menjalani latihan di kampung halaman.


 


 



Share on: