Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Tak Ada Jaminan dari PSSI, PSHW Terpaksa Putus Kontrak Seluruh Pemain nya
13 Januari 2021 | 05:03 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga2 - @Bola.net ± 2 tahun yang lalu
421   x
Share on:
(Tak Ada Jaminan dari PSSI, PSHW Terpaksa Putus Kontrak Seluruh Pemain nya) - @Pshizbulwathan.id - Zaka mabruri bek kiri andalan PSHW
Keterangan gambar : Tak Ada Jaminan dari PSSI, PSHW Terpaksa Putus Kontrak Seluruh Pemain nya Zaka mabruri bek kiri andalan PSHW (Sumber gambar:@Pshizbulwathan.id)

Liga 2 Tidak Jelas, PSHW Putus Kontrak Seluruh Pemainnya

Liga123 - Manajemen PS Hizbul Wathan mengambil langkah tegas menyusul belum jelasnya kelanjutan Liga 2 2020. Klub yang bermarkas di Sidoarjo tersebut memutus kontrak seluruh pemainnya terhitung pada Desember kemarin.

Langkah itu diambil karena kondisi keuangan klub sangat terdampak akibat tidak adanya pemasukan. Klub milik Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur itu merasa sangat dirugikan dengan kondisi itu.

"Kondisi sekarang sangat tidak mengenakkan. Kami merasa sangat dirugikan," ujar Presiden Klub PSHW, Dhimam Abror Djuraid dalam rilis yang diterima Bola.net, Selasa (12/1/2020).

"PSHW sudah memutus kontrak pemain secara resmi pada Desember 2020," imbuh eks ketua Pengda PSSI Jawa Timur tersebut.


Tak Ada Jaminan dari PSSI

Selain kondisi keuangan, alasan lain yang membuat PSHW menyudahi kontrak pemainnya adalah ketidakpastian kompetisi. Sebab, sampai saat ini PSSI tak kunjung menepati janjinya.

"Sampai sekarang juga tidak ada jaminan kepastian dari PSSI bahwa Polri akan memberikan izin untuk mengadakankompetisi itu," jelasnya.

Di samping itu, Dhimam juga masih prihatin dengan penyebaran Covid19 di Jawa Timur. Sehingga penerapan protokol kesehatan harus dijalankan.

"Kita harus prihatin dan berempati kepada masyarakat dan para tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan Covid19," ungkap Dhimam.


Share on: