Breaking News
Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao    
Legenda Timnas Indonesia Komentari Pelatih Pilihan Arema
13 September 2020 | 08:30 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bola.com ± 2 tahun yang lalu
104   x
Share on:
(Legenda Timnas Indonesia Komentari Pelatih Pilihan Arema) - @Bola.com - Pelatih tim PON Jatim, Rudy Keltjes
Keterangan gambar : Legenda Timnas Indonesia Komentari Pelatih Pilihan Arema Pelatih tim PON Jatim, Rudy Keltjes (Sumber gambar:@Bola.com)

Rudy Keltjes Bosan Lihat Arema Ditangani Pelatih (Juru Taktik) Asing: Cuma Cari Duitnya Saja


Liga123 - Arema FC akhir minggu ini diberitakan kedatangan Pelatih (juru taktik) baru. Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Pelatih (juru taktik) itu adalah Carlos Carvalho de Oliveira.


Pelatih (Juru Taktik) asal Brasil yang pernah menangani tim Vietnam, Becamex Binh Duong itu bakal langsung diperkenalkan ke publik saat tiba di Malang.


Banyak yang penasaran dengan caranya melatih. Kendati Demikian ada satu Pelatih (juru taktik) kawakan tanah air yang memberikan komentar berbeda, yakni Pelatih (juru taktik) tim PON Jatim, Rudy William Keltjes. Normalnya, dia pernah menjadi Pelatih (juru taktik) Arema pada era 1990-an.


“Saya berharap, para Pelatih (juru taktik) lokal yang ada sekarang diberi kesempatan. Saya sudah bosan melihat Arema datangkan Pelatih (juru taktik) asing,” kata eks Pelatih (juru taktik) Tim Nasional Indonesia U-19 ini.


Dia melihat di Arema ada Pelatih (juru taktik) lokal yang mumpuni, yakni Charis Yulianto, Kuncoro dan Singgih Pitono. Semasa jadi pemain, mereka sudah kenyang pengalaman. Itu sudah bisa jadi modal untuk menghadapi tekanan sebagai Pelatih (juru taktik) Arema.


“Jangan Pelatih (juru taktik) asing terus yang dipakai. Paling Arema dibohongi hanya untuk ambil uangnya saja,” jelasnya.


Fakta di Arema


Rudy menegaskan, tidak semua Pelatih (juru taktik) asing punya kualitas kePelatihan lebih bagus dari lokal. Tidak sedikit Pelatih (juru taktik) asing yang hanya sekadar cari uang tapi yang kerja di lapangan justru Asisten Pelatih (juru taktik) lokal.


Arema dalam dua tahun terakhir mengalami hal ini. Ketika Milan Petrovic dan Milomir Seslija kurang bisa mengangkat performa tim, Asisten Pelatih (juru taktik) Kuncoro yang dapat tugas memimpin sesi latihan Arema.


Hanya saja, Kuncoro tak bisa jadi Pelatih (juru taktik) kepela karena lisensi kePelatihannya baru B AFC. Singgih Pitono juga sama. Hanya Charis Yulianto yang sebenarnya bisa jadi Pelatih (juru taktik) kepala karena memegang lisensi A AFC.



Share on: