Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
LIB Larang Pemain Batuk dan Pilek Bermain di Lanjutan Liga 1
13 September 2020 | 17:50 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Indosport.com ± 2 tahun yang lalu
125   x
Share on:
(LIB Larang Pemain Batuk dan Pilek Bermain di Lanjutan Liga 1) - @Indosport.com - Logo PT LIB
Keterangan gambar : LIB Larang Pemain Batuk dan Pilek Bermain di Lanjutan Liga 1 Logo PT LIB (Sumber gambar:@Indosport.com)

Cegah Corona, LIB Larang Pemain Pilek dan Batuk Main di Liga 1


Liga123 - PT Liga Indonesia Baru (LIB) benar-benar akan menerapkan protokol kesehatan ketat di Liga 1 2021. Bahkan, untuk menjaga penyebaran Covid19, LIB melarang pemain yang flu dan batuk untuk bermain. LIB memang bersiap menggulirkan Liga 1 2021. Kompetisi teratas di Indonesia ini dijadwalkan bergulir mulai 1 Oktober mendatang.


Kompetisi kali ini berlangsung dalam situasi luar biasa, karena tetap berlangsung di tengah pandemi korona virus yang masih terjadi di Indonesia. Untuk itu LIB pun sudah mengantisipasi betul kemungkinan adanya penularan korona virus di Liga 1 2021. Salah satu aturannya adalah pemain, Pelatih, dan seluruh pihak yang terlibat di dalam kompetisi harus benar-benar sehat mengikuti pertandingan. "Kami akan hindari risiko yang mungkin terjadi sedini mungkin. Dari mulai tim masih berada di homebase, mereka harus sudah ada laporan, pemeriksaan tubuh dan segalanya, dan yang paling penting saat pertandingan," ujar Dirketur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita. 


"Saat pertandingan kami anggap para pemain sudah sehat secara fisik, kami mau menghindari segala kemungkinan yang berisiko. Pemain satu flu saja, tidak bisa ikut, apalagi jika seumpama positif virus corona," tambah ia. 


Kendati Demikian bila pun memang ada pemain yang terinveksi  virus corona, Akhmad Hadian memastikan kompetisi tetap berjalan. Baginya yang berhak menghentikan kopetisi nantinya adalah Satgas Covid19. 


"Mudah-mudahan tidak ada, jangan sampai terjadi. Di Sepakbola Eropa jika ada yang terkena virus corona, maka kompetisi jalan terus. Nanti kami akan diskusikan penangannya bagaimana," pungkasnya.



Share on: