Bapak dan Anak Kandung Satu Klub di Liga 1 2021, Siapa Saja?
Liga123 - Menjadi sebuah kebanggaan untuk orang tua jika sang anak dapat mengikuti jalan hidupnya menjadi seorang pemain Sepakbola.
Terlebih lagi jika sang anak dapat meneruskan jejak orang tuanya di sebuah klub yang sama.
Selain menjadi kebanggaan tersendiri untuk keduanya, juga menjadi catatan luar biasa untuk para pecinta Sepakbola, termasuk di Indonesia.
Seorang pemain yang terkenal dengan kesetiaan di sebuah klub dan sama-sama bermain di klub yang sama ialah dinasti Maldini.
Dinasti Maldini dimulai sejak Cesare Maldini yang bergabung dengan AC Milan pada tahun 1954.
Dinastinya lalu dilanjutkan oleh anaknya Paolo Maldini hingga cucunya saat ini, Christian dan Daniel Maldini.
Bahkan saat bermain, Paolo Maldini juga sempat dilatih oleh sang ayah di AC Milan.
Tidak hanya di luar, di Indonesia juga terdapat beberapa pemain yang meneruskan karier sang orang tua di sebuah klub.
Hingga berada di satu klub yang sama dimana sang oragg tua menjadi Pelatih (juru taktik) atau staf dan sang anak menjadi seorang pemain.
Berikut beberapa pemain bapak dan anak di Liga 1:
1. Bahar Muharram dan Asnawi Mangkualam di PSM Makassar
Diawali oleh Bahar Muharram pada tahun 1989, ia menjadi seorang legenda di PSM Makassar.
Pasalnya Bahar Muharram merupakan seorang pemain yang dikenal sebagai one man one club.
Berbaju PSM Makassar selama 12 tahun, perjalanan karirnya lalu diteruskan oleh sang anak saat ini.
Saat ini Bahar Muharram merupakan seorang staf Pelatih (juru taktik) di PSM Makassar dan sang anak, Asnawi Mangkualam merupakan seorang pemain di sana.
2. Sudirman dan Risky Sudirman di Persija Jakarta
Meski selama menjadi pemain Sepakbola Sudirman belum pernah berbaju Persija Jakarta, namun dirinya cukup loyal untuk mengabdi di tim berjulukan Macan Kemayoran.
Keloyalannya dimulai saat dirinya menjadi Asisten Pelatih (juru taktik) Persija Jakarta pada tahun 2010.
Meski sempat keluar masuk, namun dirinya tetap saja tak bisa jauh dari Persija Jakarta, hingga sang anak, Risky Sudirman disekolahkan di akademi Persija Jakarta.
Berkat hal itu pula kini Risky Sudirman sudah naik kelas tercatat sebagai pemain di tim utama Persija Jakarta.
Tahun ini Risky Sudirman akan dilatih oleh sang ayah usai ditunjuk menggantikan Sergio Farias yang keluar dari Persija Jakarta.
3. Bejo Sugiantoro dan Rachmat Irianto di Persebaya Surabaya
Nama Bejo Sugiantoro tentu tidak dapat dipisahkan dengan Persebaya Surabaya.
Pasalnya ia tercatat pernah mengabdi kepada Persebaya Surabaya sebagai pemain selama 15 tahun lamanya.
Saking tidak dapat berpisah dengan Persebaya, ia melanjutkan perjalanannya menjadi seorang Pelatih (juru taktik) di sana.
Kesetiaannya pun semakin bertambah ketika sang anak, Rachmat Idianto meneruskan jejaknya di Persebaya Surabaya.
Rachmat Irianto sendiri memulai karirnya di Persebaya Surabaya sejak tahun 2017 dan hingga saat ini masih berseragam Bajul Ijo.
Saat ini keduanya masih berada di Persebaya Surabaya dan tengah bahu membahu membawa prestasi ke tanah Kota Pahlawan.
4. Rasiman dan Syahrian Abimanyu di Madura United
Nama Rasiman begitu melekat dalam tubuh Madura United.
Pasalnya ia sempat menjadi Pelatih (juru taktik) kepala Madura United pada tahun 2019 lalu.
Di musim sekarang, Madura United sedang ditangani oleh Rahmad Darmawan yang membuat Rasiman beralih menjadi Asisten Pelatih (juru taktik) kembali.
Sedangkan untuk sang anak, Syahrian Abimanyu masih setia menjadi pemain Madura United hingga saat ini.
5. I Made Pasek Wijaya dan I Made Andika Wijaya
I Made Pasek Wijaya bisa dibilang tak pernah membela Bali United sebagai pemain.
Sebab, Bali United baru terbit pada 2015 dan ia sudah bersinar menjadi pesepakbola sejak lama.
Satu-satunya klub asal Bali yang diperkuatnya adalah Persekaba Badung.
Tugasnya bersama Bali United baru terjadi pada musim 2017 setelah ia tak lagi menjadi Asisten Pelatih (juru taktik) di Arema FC.
Pada musim 2019, I Made Pasek Wijaya dipercaya menjabat sebagai Pelatih (juru taktik) Bali United U-18.
Sementara sang anak yakni I Made Andika Wijaya sudah membela Bali United sejak 2016.