Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Pelatih Persib Kaitkan Liga 1 Dan Demo UU Cipta Kerja
13 Oktober 2020 | 06:30 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Bolasport.com ± 2 tahun yang lalu
183   x
Share on:
(Pelatih Persib Kaitkan Liga 1 Dan Demo UU Cipta Kerja) - @Bolasport.com - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts
Keterangan gambar : Pelatih Persib Kaitkan Liga 1 Dan Demo UU Cipta Kerja Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Komentar Pedas Pelatih (Juru Taktik) Persib kepada Kepolisian yang Beri Izin Demo UU Cipta Kerja


Liga123 - Pelatih (Juru Taktik) Persib Bandung, Robert Rene Alberts, kecewa kepada Kepolisian yang memberikan izin untuk pendemo sedangkan tidak untuk Liga 1 2021.


Pada akhir September lalu, PSSI telah mengumumkan Liga 1 2021 kembali harus ditunda.


Dalam hal ini PSSi beralasan tidak keluarnya izin dari Kepolisian.


Menanggapi hal itu, Pelatih (juru taktik) Persib, Robert Rene Alberts, mengaku sangat kecewa.


Kenyataannya, tim telah bekerja keras melakukan persiapan dan ketika waktu lanjutan kompetisi tinggal beberapa hari, Liga 1 malah kembali ditunda.


Kekecewaan Alberts kepada pihak Kepolisian semakin memuncak ketika mengetahui izin diberikan bagi para pendemo.


Seperti yang diketahui, dalam beberapa hari terakhir memang terjadi demo penolakan UU Cipta Kerja.


Robert Rene Alberts mempertanyakan keputusan Kepolisian yang memberikan izin kepada pendemo, tetapi di lain sisi justru menolak Liga 1 kembali berjalan.


"Secara pribadi saya sangat kebingungan. Liga basket juga dihentikan meski penontonnya sedikit kurang pemberitaan untuk kompetisinya," ujar Alberts, dikutip BolaSport.com dari Tribun Jabar.


"Tetapi, demonstrasi diizinkan oleh polisi," ujarnya.


Andai saja melihat kejadian tersebut, Alberts menjadi bingung alasan apa yang diambil Kepolisian hingga menghentikan Liga 1.


Apabila mengacu tentang keterlibatan orang, tentu saja di mata Alberts dalam sebuah demo jumlahnya lebih banyak ketimbang kelanjutan kompetisi.


Terlebih sudah disepakati tak ada penonton dalam lanjutan Liga 1 2021. Dari situ Alberts menegaskan dirinya tak mengerti dengan pola pikir Kepolisian.


Tak hanya sendiri, Alberts juga menambahkan keluh kesah yang sama dirasakan oleh para pemain.


"Demonstrasi diperbolehkan di Indonesia, padahal ada ribuan orang yang datang bersamaan," ucap Alberts.


"Sedangkan Sepakbola yang dimainkan tanpa penonton di stadion tidak diizinkan."


"Jadi, adakah orang yang bisa menjelaskan logika di balik semua ini karena saya sangat kebingungan, begitu pula pemain?," ungkapnya.



Share on: