Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Dragan Djukanovic : Mereka Selalu Berbohong !
14 Januari 2021 | 16:17 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Football5star.com ± 2 tahun yang lalu
348   x
Share on:
(Dragan Djukanovic : Mereka Selalu Berbohong !) - @Football5star.com - Dragan Djukanovic Pelatih PSIS Semarang
Keterangan gambar : Dragan Djukanovic : Mereka Selalu Berbohong ! Dragan Djukanovic Pelatih PSIS Semarang (Sumber gambar:@Football5star.com)

Pelatih (Juru Taktik) PSIS Semarang: Mereka Selalu Berbohong!

Liga123 - Pelatih (Juru Taktik) PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, tampaknya mulai gerah dengan ketidakjelasan Liga 1 2021. Bahkan dia menyebut kalau otoritas Sepakbola di Indonesia selalu berbohong.

Nasib Liga 1 memang bak hidup segan, mati tak mau. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebenarnya sudah merencanakan agar kompetisi bisa dihidupkan lagi dari tidur panjangnya per Februari 2021. Kendati Demikian hingga kini belum ada tanda-tanda kompetisi bisa jalan sesuai rencana.

Alasan izin keamanan menjadi permasalahan sulitnya Liga 1 2021 berjalan lagi. Hal ini tampaknya bikin PSIS Semarang mulai gerah. Dragan Djukanovic menyebut kalau hanya di Indonesia saja Sepakbola sulit dimainkan lagi.

“Saya tidak tahu harus bekata apa? Tidak bisa dipercaya. Satu-satunya negara tanpa kompetisi di dunia adalah Indonesia,” ungkap Dragan Djukanovic dalam unggahan foto di akun IG/Instagram miliknya.

“Mereka selalu berbohong! Sebagian besar negara memiliki masalah korona virus yang lebih besar seperti di Eropa, SAD, Amerika Selatan, India tetapi mereka bermain, jadi apa sebenarnya masalah di Indonesia,” sambung dia.

Kalau sudah seperti ini, kata dia, bukan cuma PSIS Semarang yang rugi. Tapi, seluruh klub bahkan Sepakbola Indonesia akan berada dalam masalah besar.

“Sekarang kita semua berada dalam masalah besar. Sepak bola berhenti satu tahun! Ini bencana besar,” tutup Pelatih (juru taktik) asal Montenegro itu.


Share on: