Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Flashback Perjalanan Timnas Indonesia Di Ajang Piala Dunia U-20 1979 Jepang
14 Oktober 2020 | 11:08 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaDunia - @Bola.net ± 2 tahun yang lalu
232   x
Share on:
(Flashback Perjalanan Timnas Indonesia Di Ajang Piala Dunia U-20 1979 Jepang) - @Bola.net - Kapten Indonesia Arief Hidayat (Putih) Coba mengejar Pemain Polandia (Merah)
Keterangan gambar : Flashback Perjalanan Timnas Indonesia Di Ajang Piala Dunia U-20 1979 Jepang Kapten Indonesia Arief Hidayat (Putih) Coba mengejar Pemain Polandia (Merah) (Sumber gambar:@Bola.net)

Mengenang Perjalanan Tim Nasional Indonesia di Piala Dunia U-20 1979


Liga123 - Mendapat durian runtuh, akibat mundurnya sejumlah negara, membuat Tim Nasional Indonesia U-19 berkesempatan berlaga pada Piala Dunia U-20 1979. Berbekal predikat perempat finalis Piala Asia U-19, Garuda Junior berangkat ke Jepang.


Piala Dunia U-20 ini diikuti 16 negara. Selain Indonesia, ajang ini diikuti pula oleh Korea Selatan, Aljazair, Guinea, Kanada, Meksiko, Argentina, Paraguay, Uruguay, Hungaria, Polandia, Portugal, Uni Soviet, Spanyol, Yugoslavia, dan tuan rumah Jepang.


Dalam ajang ini, Indonesia tergabung di Grup B. Di grup yang digelar di Stadion Omiya, yang terletak di Perfektur Saitama tersebut, Indonesia berada satu grup dengan Argentina, Polandia, dan Yugoslavia.


Sebagai amunisi pada ajang ini, Pelatih (Juru Taktik) Tim Nasional U-19, Soetjipto Soentoro, membawa 20 orang pemain. Mereka adalah: Rudi Ahmad Fahrizal, Eddy Sudarnoto, Bambang Irianto, Imam Murtanto, Memed Permadi, David Sulaksmono, Pepen Rubianto, Budhi Tanoto, Bambang Sunarto, Arief Hidayat, Syamsul Suryono, Didik Darmadi, Nus Lengkoan, Tommy Latuperisa, Mundari Karya, Arief Joko, Subangkit, Endang Tirtana, dan penyerang muda potensial Bambang Nurdiansyah.


Awal Buruk Garuda Junior


Tim Nasional Indonesia U-19 mengawali langkah mereka pada ajang ini dengan menghadapi Tim Nasional Argentina, dengan wonderkid mereka Diego Armando Maradona. Pertandingan ini dihelat di Stadion Omiya, 26 Agustus 1979.


Dilansir dari buku Jas Merah; Sisi Lain Sejarah Sepak Bola Nasional, pada laga tersebut, Indonesia menerapkan strategi angin puyuh. Menurut Bambang Nurdiansyah, salah seorang pemain Tim Nasional Indonesia U-19 pada laga tersebut, strategi ini sederhana. Mereka hanya harus menyerang dan bertahan secara bersama.


Kendati Demikian Sayang, strategi ini tak berjalan dengan mulus. Duet Maradona dan Ramon Diaz terlalu sulit untuk diredam. Dua gol Maradona dan hat-trick Diaz ke gawang Endang Tirtana membuat Tim Nasional Indonesia harus menelan kekalahan lima gol tanpa balas pada laga perdana tersebut.


Kian Terpuruk di Tangan Polandia dan Yugoslavia


Kalah pada pertadingan pertama, membuat Tim Nasional Indonesia U-19 bertekad bangkit pada laga kedua mereka,melawan Polandia. Kendati Demikian, malang tak dapat ditolak dan untung tak dapat diraih. Mereka harus kembali menelan kekalahan telak pada laga tersebut.


Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Omiya, 28 Agustus 1979, Indonesia harus rela gawang mereka digelontor setengah lusin gol tanpa balas. Gol-gol yang bersarang ke gawang Indonesia pada laga ini dicetak Andrzej Pałasz (2 gol), Jan Janiec, Krysztof Baran (2 gol), dan Kazimierz Buda.


Nasib naas serupa kembali terjadi pada laga pamungkas mereka di Grup B,melawan Yugoslavia. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Omiya, 30 Agustus 1979 ini, gawang Indonesia dibobol lima gol tanpa bisa membalas satu gol pun.


Lima gol yang bersarang ke gawang Indonesia pada laga ini dicetak Haris Smajic (2 gol), Nadeljko Milosavljevic (2 gol), dan Marko Mlinaric.


Indonesia Jadi Juru Kunci, Argentina Juara


Tiga kekalahan membuat perjalanan Indonesia terhenti. Mereka gagal lolos dari fase grup.


Dari tiga pertandingan, gawang Indonesia kebobolan 16 gol. Sementara, mereka tak bisa sekali pun mencetak gol ke gawang lawan.


Catatan ini membuat Indonesia menjadi tim terburuk pada gelaran tersebut. Kendati sama-sama tak mendapat poin dan mencetak satu gol pun pada ajang ini, raihan mereka lebih buruk dari Guinea. Gawang Guinea 'hanya' kebobolan sepuluh gol.


Raihan Indonesia ini mendapat perhatian sendiri dari FIFA. Dalam lamannya terkait Piala Dunia U-20 1979, FIFA menulis, "Indonesia mendapat catatan tak mengenakkan. Mereka tercatat sebagai tim yang paling banyak kebobolan pada FIFA World Youth Championship. Anak-anak muda Asia ini kebobolan 16 gol."


Sementara itu, hal berbeda diraih Argentina, yang mengalahkan Indonesia pada laga perdana. Dimotori duet Maradona - Diaz, Tim Tango tak terbendung. Mereka meraih gelar juara pada ajang ini.


Prestasi Argentina pada ajang ini kian lengkap dengan torehan delapan gol Ramon Diaz, yang membawanya meraih gelar topskorer. Dilain sisi, ajang ini juga menjadi momen lahirnya sosok legenda Sepakbola dunia, Diego Armando Maradona. Maradona sendiri total mencetak enam gol pada ajang Piala Dunia U-20 1979.



Share on: