Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Liga 1 Mandek, Kiper Muda Arema Pilih Jadi pelatih
14 November 2020 | 17:50 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Bola.com ± 2 tahun yang lalu
397   x
Share on:
(Liga 1 Mandek, Kiper Muda Arema Pilih Jadi pelatih) - @Bola.com - Kiper Arema FC, Andriyas Francisco
Keterangan gambar : Liga 1 Mandek, Kiper Muda Arema Pilih Jadi pelatih Kiper Arema FC, Andriyas Francisco (Sumber gambar:@Bola.com)

Efek Shopee Liga 1 Vakum, Kiper Arema Berusia 20 Tahun Sudah Jadi Pelatih (Juru Taktik) SSB


Liga123 - Kiper Arema FC, Andriyas Francisco tergolong pemain yang tidak bisa diam. Ketika Arema vakum latihan sampai 30 November, dia tidak hanya sibuk latihan untuk jaga kondisi. Ada satu hal baru yang coba dilakukannya, yakni melatih kiper.


Meski usianya masih 20 tahun, dia tidak segan melatih para kiper di tim sekolah Sepakbola (SSB). Dua hari ini, Ciko, sapaan akrabnya melatih kiper tim lokal Kota Malang, SSB Kharisma.


Awal mulanya, dia bertemu dengan eks pemain Arema, Juan Revi. Gelandang yang pernah membela Semen Padang dan Persik Kediri itu juga jadi Pelatih (juru taktik) di SSB Kharisma. Ciko membantu melatih khusus untuk penjaga gawang.


“Sebenarnya bukan melatih. Tapi memberikan ilmu yang saya punya. Kebetulan tim ini ikut kompetisi internal di Kota Malang. Latihannya seminggu tiga kali,” jelasnya.


Meski masih muda, Ciko tidak canggung memberikan ilmu kepada pemain yang usianya tidak terpaut jauh.


Dia punya modal menyerap ilmu dari Pelatih (juru taktik) kiper Arema. Mulai Alan Haviluddin, Yanuar ‘Begal’ Hermansyah, hingga Felipe Americo.


Berbagi Ilmu


Ia pun menularkan beberapa teknik dasar hingga penempatan posisi penjaga gawang kepada kiper muda di Malang.


“Tim yang saya latih mayoritas usianya masih 17 tahun. Tapi ikut kompetisi yang usianya 20 tahun. Saya merasa tidak canggung. Saya berikan ilmu tentang menangkap bola. Baik crossing maupun lainnya. Penempatan posisi juga. Kiper harus berdiri saat sebuah situasi diserang atau menyerang. Sampai build up juga, ” lanjutnya.


Saat ini, Ciko menikmati apa yang dilakukannya. Dia rela tidak pulang kampung ke Mojokerto, Jawa Timur. Meskipun sekarang Arema libur latihan sampai 30 November mendatang.


“Daripada tidak ada kegiatan. Memberikan ilmu tentang kiper ini juga sekaligus buat saya cari keringat,” tegasnya. 



Share on: