Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Flashback Berpulangnya One Man One Klub Persela Lamongan
15 Oktober 2020 | 10:18 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bolasport.com ± 2 tahun yang lalu
595   x
Share on:
(Flashback Berpulangnya One Man One Klub Persela Lamongan) - @Bolasport.com - Almarhum Choirul Huda, kiper Persela Lamongan yang wafat pada laga melawan Semen Padang, Minggu (15/10/2017).
Keterangan gambar : Flashback Berpulangnya One Man One Klub Persela Lamongan Almarhum Choirul Huda, kiper Persela Lamongan yang wafat pada laga melawan Semen Padang, Minggu (15/10/2017). (Sumber gambar:@Bolasport.com)

SEJARAH HARI INI - Berpulangnya Sang Legenda Persela Lamongan Choirul Huda


Liga123 - Masih hangat di ingatan para pencinta Sepakbola Indonesia kala sang legenda Persela Lamongan, Choirul Huda, berpulang ke Sang Pencipta.


Berpulangnya Choirul Hudaterjadi tepat pada hari ini 15 Oktober tiga tahun yang lalu.


Tidak hanya fans, kabar Choirul Huda meninggal dunia membuat banyak pemain sepakbola merasa kehilangan.


Ucapan belasungkawa pun tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri.


Yang cukup menyita perhatian adalah ucapan dari Paul Pogba, Petr Cech, dan Marc Andre Ter Stegen.


Ketiganya kompak mengungkapkan rasa kehilangannya kepada sang pemain yang sepanjang karirnya hanya bermain untuk Persela Lamongan.


"R.I.P Choirul Huda, Doaku untukmu dan keluargamu," Paul Pogba.


"Kabar menyedihkan dari Indonesia, R.I.P Choirul Huda," Petr Cech.


"Kabar yang menyedihkan bagi Sepakbola. Kami kehilangan kiper Choirul Huda, berusia 38 dan memainkan seluruh karirnya untuk @PerselaFC sejak tahun 1999," Marc Andre Ter Stegen.


Pemicu meninggalnya Choirul Huda terjadi saat Persela Lamongan menghadapi Semen Padang dalam laga lanjutan Liga 1 2017.


Kala itu terjadi benturan antara Choirul Huda dan rekan setimnya, Ramon Rodrigues.


Tepatnya pada menit ke-44, Choirul Huda coba mengamankan gawang dari ancaman Marcel Sacramento, tetapi dadanya malah berbenturan dengan kaki dari rekan setimnya itu.


Usai berbenturan, Choirul Huda terlihat kesakitan sebelum akhirnya tak sadarkan diri.


Tim medis segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan khusus.


Di rumah sakit, pria berusia 38 tahun tersebut dipakaikan alat bantu pernapasan yang sifatnya permanen.


Hal itu dilakukan dengan maksud untuk memompa otak dan jantungnya agar tetap tersadar.


Kendati Demikian, tidak ada respons dari sang pemain selama satu jam pompa jantung dan otak beroperasi.


Akhirnya, tim dokter pun menyatakan bahwa Choirul Huda meninggal dunia pada pukul 16.45 WIB.


Tentu saja, berita itu langsung disambut derai tangis para pencinta Sepakbola Indonesia, terlebih pendukung Persela Lamongan.


Pasalnya sosok Choirul Huda merupakan teladan dan idola publik Lamongan.


Saking dicintainya, tepat satu bulan usai kepergian Choirul Huda, digelar laga "Tribute Match Choirul Huda" yang mempertemukan Persela Lamongan melawan Tim Nasional All Star.


Pada pertandingan tersebut, Persela Lamongan sukses mengalahkan Tim Nasional All Star dengan skor akhir 1-0.


Gol Persela Lamongan dicetak oleh Samsul Arif pada menit ke-38.


Seusai laga berakhir, seluruh isi stadion dengan kompak meneriakkan nama Choirul Huda.


Tidak hanya itu, terdengar tangisan di seisi stadion karena rasa kehilangan yang sangat besar setelah ditinggal oleh sosok yang penuh kharisma.


Selamat jalan, Kapten, sampai kapan pun namamu akan selalu dikenang oleh publik Sepakbola Indonesia.



Share on: