Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Manajemen Persebaya : Kami Tak Mau Persebaya Dijadikan Alat Politik Pilkada
15 Oktober 2020 | 06:58 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @wartakota.live.com ± 2 tahun yang lalu
220   x
Share on:
(Manajemen Persebaya : Kami Tak Mau Persebaya Dijadikan Alat Politik Pilkada) - @Wartakota.live.com - Aryn Williams beserta pemain Persebaya Surabaya lainnya melakukan pemanasan sebelum memasuki menu latihan pada Senin (5/10/2020) sore.
Keterangan gambar : Manajemen Persebaya : Kami Tak Mau Persebaya Dijadikan Alat Politik Pilkada Aryn Williams beserta pemain Persebaya Surabaya lainnya melakukan pemanasan sebelum memasuki menu latihan pada Senin (5/10/2020) sore. (Sumber gambar:@Wartakota.live.com)

Persebaya tidak Mau Jadi Alat Kampanye di Pilkada Surabaya


Liga123 - Manajemen Persebaya Surabaya meminta dua pasang calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya tidak memasang logo maupun nama Persebaya klub untuk kepentingan kampanye mereka.


Tuntutan itu disampaikan Persebaya setelah salah satu calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memakai foto milik Persebaya di akun IG/Instagram milik dia.


Foto itu menimbulkan kegaduhan di Surabaya, karena dianggap menyasar suara Bonek, kelompok suporter Persebaya.


Persebaya menyatakan tidak pernah memberikan foto mereka untuk kepentingan pribadi dan individu.


Mereka juga mempertanyakan pernyataan Eri, yang menyebutkan dapat foto yang kemudian diunggahnya ke Instagram dari orang-orang di Persebaya.


“Pak Eri Cahyadi awal tahun 2019 masih seorang pejabat pemkot (pemerintah kota). Beliau sering berjanji untuk mendukung Persebaya, termasuk menggaransi Wisma Persebaya di Karanggayam untuk kompetisi internal, tidak akan diusir. Pak Eri mengunggah soal Karanggayam itu di akun IG/Instagram beliau,” tulis Persebaya di laman resmi mereka.


“Meski demikian, Persebaya tidak pernah memberikan foto untuk di-posting dalam akun pribadi pegawai, maupun pejabat Pemkot Surabaya, termasuk Pak Eri. Kalau ada pernyataan pihak Pak Eri mendapatkan foto Piala Presiden 2019 langsung dari manajemen, lalu mengunggahnya, maka manajemen yang dimaksud manajemen yang mana?” tambah Persebaya.


Persebaya menyatakan tidak akan terlibat di dalam politik praktis, maupun memberikan dukungan kepada calon tertentu.


Mereka meminta peserta pemilihan kepada daerah (Pilkada) Surabaya tidak menggunakan logo dan nama mereka.


“Karena permasalahan ini sudah ramai menjadi perbincangan publik, kami mohon unggahan-unggahan foto yang merupakan properti Persebaya untuk dicabut,“ tulis Persebaya.


“Terkait Pilkada 2020, kepada kedua calon, mohon lambang-lambang Persebaya tidak dicatut dalam kontestasi. Berpolitik adalah hak warga negara, siapapun silakan berpolitik asal jangan bawa nama dan logo Persebaya,“ tulis Persebaya.



Share on: