Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Liga 1 Tak Kunjung Bergulir, Persik Lontarkan 4 Kerugian yang Dialami Klub saat Ini
17 Januari 2021 | 08:07 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Skor.Id ± 2 tahun yang lalu
245   x
Share on:
(Liga 1 Tak Kunjung Bergulir, Persik Lontarkan 4 Kerugian yang Dialami Klub saat Ini) - @Skor.Id - Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih.
Keterangan gambar : Liga 1 Tak Kunjung Bergulir, Persik Lontarkan 4 Kerugian yang Dialami Klub saat Ini Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih. (Sumber gambar:@Skor.Id)

Persik Curhat 4 Kerugian Klub Karena Ketidakjelasan Lanjutan Liga 1 2021

Liga123 - Persik Kediri mencurahkan isi hati (curhat) soal kerugian yang dialmi klub karena ketidakjelasan lanjutan Liga 1 2021.

Persik turut hadir dalam rapat virtual perwakilan klub Liga 1 2021 yang diadakan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Jum'at (15/1/2021).

Pada rapat virtual PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan perwakilan klub Liga 1 2021, Persik diwakili langsung oleh Presiden Klub, Abdul Hakim Bafagih.

Sebelum masuk dalam usulannya soal nasib Liga 1, Abdul Hakim Bafagih melontarkan keresahan yang dirasakan Persik Kediri saat ini.

Ia mengungkapkan, akibat ketidakjelasan lanjutan kompetisi sejak Oktober 2020, klub mengalami banyak kerugian.

Yang pertama, perencanaan keuangan Macan Putih, julukan Persik kediri, kacau dan tidak bisa dirumuskan.

Kedua, dari rilis yang diterima Skor.id, tanggung jawab terhadap mitra sponsor juga tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami kesulitan membuat perencanaan dan program selama kompetisi berhenti tanpa kepastian," ucap Abdul Hakim Bafagih.

Kerugian Persik lainnya, atau yang ketiga, adalah potensi tuntutan pemain dan Pelatih (juru taktik) kepada klub.

Terakhir, menurut Lelaki yang juga anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai PAN itu, akibat penundaan yang terlalu lama, semangat bermain sudah tidak ada.

"Kami tahu, Sepakbola Indonesia sudah berkembang menjadi lebih baik. Sekarang sudah dikelola swasta dan tidak lagi mengandalkan APBD," ujarnya.

"Tetapi, meski sudah mandiri, klub sangat bergantung pada federasi (PSSI) dan operator liga ( PT Liga Indonesia Baru (LIB)). Itu yang harus dipahami," ia menambahkan.

Karenanya, sejak jauh-jauh hari, Abdul Hakim Bafagih telah meminta PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tegas menentukan status kompetisi. Dilanjutkan atau dihentikan.


Share on: