Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
PSSI dan BNPB Teken MOU Olahraga Aman dari Covid-19
17 September 2020 | 14:17 WIB oleh Febri
SepakbolaNasional - @cnnindonesia.com ± 2 tahun yang lalu
127   x
Share on:
(PSSI dan BNPB Teken MOU Olahraga Aman dari Covid-19) - @cnnindonesia.com - Ilustrasi pertandingan Liga 1 2020. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Keterangan gambar : PSSI dan BNPB Teken MOU Olahraga Aman dari Covid-19 Ilustrasi pertandingan Liga 1 2020. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) (Sumber gambar:@cnnindonesia.com)

PSSI dan BNPB Teken MoU, Liga 1 2021 Lanjut 1 Oktober


Jakarta, Liga123 -   PSSI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penyelenggaraan olahraga yang aman dari Covid19. MoU itu sekaligus sebagai izin dilanjutkannya gelaran Liga 1 2021 di masa pandemi.


Penandatanganan MoU dilakukan secara virtual oleh Ketua BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid19 Doni Monardo dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada Kamis (17/9). Seremoni tersebut juga disaksikan langsung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.


Rencananya, lanjutan Liga 1 bakal bergulir mulai 1 Oktober 2020 sampai 28 Februari 2021. Laga perdana lanjutan Liga 1 2021 akan mempertemukan PSS Sleman vs Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta.


Sedangkan Liga 2 akan dimulai pada 17 Oktober-5 Desember 2020. Sebanyak 24 tim peserta dibagi ke dalam 4 grup dengan 4 tuan rumah dan finalis bakal lolos ke Liga 1 pada 2021.


Di momen tersebut, Doni menegaskan penyelenggaraan Liga 1 maupun Liga 2 harus dipastikan tanpa penonton. Dilain sisi, penerapan protokol ketat juga menjadi syarat wajib yang harus dipatuhi PSSI dan Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi karena kesehatan dan keselamatan pemain maupun penyelenggara harus jadi prioritas.


"Saya mengimbau kepada penyelenggara untuk memastikan seluruh peserta, pemain, panitia, ofisial adalah mereka yang secara fisik sehat. Mereka yang tidak memiliki penyakit bawaan. Ini sangat penting untuk ditaati karena 85-92 persen angka kematian [akibat covid-19] kita adalah mereka yang punya pengorbit atau penyakit bawaan, seperti hipertensi, asma, diabetes dan lainnya sehingga mereka sangat dianjurkan untuk tidak ikut serta di kegiatan ini," ucap Doni.


Doni juga meminta kepada PSSI dan LIB memastikan tidak ada celah pelanggaran sekecil apapun dari pedoman protokol kesehatan sepanjang berjalannya kompetisi.


Selain itu Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali kembali menegaskan agar penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 1 2021 tanpa dihadiri para penonton mengingat masih adanya penyebaran Covid19. Kemenpora juga akan memonitor penyelenggaraannya dan meminta BNPB untuk membantu supervisinya.


"Dengan pengertian dan pengalaman sangat tinggi dan arahan Pak Doni jelas. Ini harus menjadi komitmen bersama. Pemerintah sekuat tenaga menanggulangi pandemi ini sehingga tidak terjadi klaster baru dari kegiatan ini," ungkap Menpora


Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyambut positif penandantanganan MoU dengan BNPB. Iriawan mengungkapkan salah satu alasan PSSI tetap melanjutkan kompetisi karena partisipasi Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.


"Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2021 tentu harus melanjutkan kompetisi. Hampir semua negara ASEAN juga sudah menjalankan liga. Malaysia, Thailand, Laos, Myanmar, dan Vietnam sudah menjalankan liga dan Filipina rencananya juga akan segera memutar kompetisi mereka. Ini alasan kami untuk tetap melanjutkan Liga 1 dan Liga 2," ujar Iriawan.



Share on: