Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Terkendala Dana, Persiku Kudus Terancam Gagal Ikut Kompetisi Liga 3 Jateng
17 September 2020 | 22:10 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga3 - @Tribun.Jateng.com ± 2 tahun yang lalu
140   x
Share on:
(Terkendala Dana, Persiku Kudus Terancam Gagal Ikut Kompetisi Liga 3 Jateng) - @Tribun.Jateng.com - Manajer Persiku Kabupaten Kudus‎, Sunarto ‎(kanan) dalam pertemuan beberapa waktu lalu.
Keterangan gambar : Terkendala Dana, Persiku Kudus Terancam Gagal Ikut Kompetisi Liga 3 Jateng Manajer Persiku Kabupaten Kudus‎, Sunarto ‎(kanan) dalam pertemuan beberapa waktu lalu. (Sumber gambar:@Tribun.Jateng.com)

Anggaran Dipakai Untuk Bayar Utang, Persiku Terancam Gagal Berkompetisi di Liga 3 Jawa Tengah


Liga123 - Tidak kunjung cairnya anggaran untuk Persiku Kabupaten Kudus, diduga dipakai untuk membayar utang pada manajemen lama.Hal itu terungkap dalam rapat‎ yang digelar di ruang rapat Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, Kamis (17/9/2020).


Manajer Persiku Kabupaten Kudus‎, Sunarto berbicara, tidak ada titik temu dalam rapat pembahasan bersama Komisi D DPRD Kabupaten Kudus.


Kenyataannya, ada informasi sebagian anggaran‎ yang sudah dicairkan ke Askab PSSI Kudus dipakai untuk membayar utang dengan manajemen lama


"Informasinya ada uang yang dipakai untuk membayar utang kepada manajemen lama. Berapa jumlahnya saya tidak tahu," jelas dia.


Maka nya, kata dia, kesimpulan dari hasil rapat tersebut adalah untuk mengadakanpertemuan bersama manajemen lama.KONI Kabupaten Kudus diminta untuk memfasilitasi pertemuan antara manajemen lama dan baru bersama Askab PSSI Kabupaten Kudus.


"Belum ada hasil dari rapat ini, hanya kesimpulannya KONI harus mengajak pertemuan manajemen Persiku lama dan baru," ujarnya.


Menurutnya, anggaran yang t‎ersisa saat ini hanya Rp 50 juta dinilai tidak cukup untuk menunjang kebutuhan atlet menjelang Liga 3 Jawa Tengah.


"Pemain latihan setiap pagi dan sore, membutuhkan asupan gizi yang cukup setiap hari," jelasnya.


Seusai rapat digelar, Sekretaris Askab PSSI Kudus, Syafik Arrosid enggan berkomentar di depan wartawan. Syafik memilih pergi dan terburu-buru meninggalkan lokasi.


‎Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mukhasiron juga enggan berkomentar terkait anggaran Askab PSSI Kudus yang diduga dipakai untuk membayar utang.


"Kalau itu saya no comment," jelasnya.


Kendati demikian, dia menyampaikan sudah menerima laporan penggunaan anggaran dari Persiku Kudus yang telah diterima sebesar Rp 400 juta.


Kemudian laporan mengenai penggunaan anggaran dari KONI Kabupaten Kudus ke Askab PSSI Kudus sebesar Rp 2 miliar pun sudah diterimanya.


‎"Yang belum ada itu laporan penggunaan anggaran dari Askab PSSI Kudus. Alasannya karena ada persoalan internal," ujarnya.


Dia berharap banyak, agar persoalan itu segera diselesaikan secara internal sehingga tidak berlarut-larut.Rencana usulan penambahan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar dalam AP‎BD perubahan pun menjadi pertimbangan.


"Persoalan ini juga akan menjadi pertimbangan kami dalam pencairan APBD perubahan yang diajukan dalam KUA (kebijakan umum anggaran-red)," ujar dia.


Diketahui, hibah anggaran pada tahun 2020 yang diberikan untuk K‎ONI Kudus sebesar Rp 6,5 miliar.


Adapun alokasinya untuk sepakbola sebesar Rp 2,5 miliar yang dibagi antara Askab PSSI Kudus Rp 500 juta, Persiku Senior Rp 1,7 miliar dan Persiku Junior Rp 300 juta. 


 



Share on: