Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Bos PSIS Sebut Manajemen Bisa Stroke Jika Liga 1 Batal Digelar
19 Oktober 2020 | 10:21 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Bolasport.com ± 2 tahun yang lalu
262   x
Share on:
(Bos PSIS Sebut Manajemen Bisa Stroke Jika Liga 1 Batal Digelar) - @Bolasport.com - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi
Keterangan gambar : Bos PSIS Sebut Manajemen Bisa Stroke Jika Liga 1 Batal Digelar CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Kalau Liga 1 Tidak Lanjut Paling Klub Bangkrut dan Direkturnya Stroke


Liga123 - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, sangat berharap PSSI bisa melanjutkan kembali Liga 1 2021. Andai saja Liga 1 dilanjutkan, maka akan berdampak positif untuk klub, pemain, Pelatih, dan ofisial.


Meski demikian, Yoyok Sukawi menyerahkan semua keputusan kepada PSSI.


Apabila nanti Liga 1 tak dilanjutkan, setidaknya PSSIpunya opsi kedua demi keberlangsungan kehidupan klub.


Yoyok Sukawi berbicara jika Liga 1 dilanjutkan, maka element di dalam klub pasti senang.


Kendati Demikian jika tidak dilanjutkan, pria asal Semarang, Jawa Tengah, itu menyebutkan klub akan bangkrut, bahkan manajemen tim bisa sakit stroke.


"Kami berharap setidaknya kompetisi tetap berjalan dengan segala kelemahannya."


"Minimal kami masih bisa memberi uang makan ke pemain dan seluruh stakeholder Sepakbola Indonesia."


"Paling tidak roda ekonomi mereka tetap berjalan. Kalau klub tidak apa bangkrut, paling direkturnya saja yang stroke. Yang penting pemain bisa makan," ujar Yoyok Sukawi dalam Webinar bersama PSS Sleman yang dihadiri BolaSport.com.


Yoyok Sukawi menambahkan, pada Februari lalu manajemen PSIS Semarang sudah langsung membuat segala klausul kontrak jika kompetisi berlangsung atau tidak.


Ia berbicara seperti itu karena sudah melihat kasus pandemi Covid19 yang sudah datang.


Pria berusia 42 tahun tersebut pun sangat bersyukur para pemain PSIS Semarang semuanya setuju dengan klausul kontrak yang ditawarkan. 


"Jadi saat kompetisi tidak jalan seperti ini, para pemain masih mendapatkan konpensasi dari klub meski jumlahnya sangat kecil."


"Tapi ini adalah kemampuan tim, paling tidak pemain masih memiliki pemasukan untuk bayar sekolah anaknya ataupun yang lain," ucap pria yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI tersebut.


PSSI sebelumnya memang sudah mengeluarkan SK kepada klub untuk membayar gaji 50 persen selama pandemi Covid19.


Sebab, klub juga tidak mendapatkan pemasukan selama Liga 1 berhenti.


"Saat Liga 1 berjalan lagi tentu saja kami akan gaji sesuai dengan kesepakatan sebelumnya."


"Itu juga sudah ada kesepakatan bersama dengan seluruh stakeholder PSIS Semarang," tutup Yoyok Sukawi.


Normalnya, Liga 1 dan Liga 2 2020 belum bisa bergulir karena Polri tak memberikan izin keramaian lantaran pandemi Covid19 masih tinggi dan ada Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang.


PSSI sudah punya opsi jika Liga 1 tidak dilanjutkan kembali pada 1 November.


Federasi Sepakbola Indonesia itu mempunyai rencana mengadakankembali pada 1 Desember ataupun 1 Januari 2021.



Share on: