Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
GM Arema : Hanya Terima 25 Persen Gaji, Pemain dengan Gaji Kecil Akan Nangis
20 November 2020 | 05:11 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Bolasport.com ± 2 tahun yang lalu
324   x
Share on:
(GM Arema : Hanya Terima 25 Persen Gaji, Pemain dengan Gaji Kecil Akan Nangis) - @Bolasport.com - General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.
Keterangan gambar : GM Arema : Hanya Terima 25 Persen Gaji, Pemain dengan Gaji Kecil Akan Nangis General Manager Arema FC, Ruddy Widodo. (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Gaji 25 Persen Bikin Pemain dengan Bayaran Kecil Nangis


Liga123 - General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo menyebut dengan bayaran yang hanya 25 persen akan sangat menyulitkan pemain.


Dalam hal ini, Ruddy menyoroti pemain dengan gaji yang kecil.


Menurut Ruddy dengan hanya diberikan 25 persen, pemain akan sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya.


Terlebih situasi saat ini sedang sulit karena pandemi Covid19 tak kunjung selesai.


Kendati Demikian Ruddy berpendapat beberapa pemain masih bisa bertahan meski gajinya hanya diberikan seperempat dari kontrak awal.


Khususnya adalah pemain yang bergaji di atas 100 juta rupiah.


"Jumlah 25 persen itu kalau bayarannya Rp 100 juta ke atas masih bisa dirasakan," ujar Ruddy, dikutip BolaSport.com dari Kompas.com.


"Kendati Demikian kalau bayarannya kecil, ya nangis," ujarnya.


Sementara itu kepastian terkait gaji 25 persen ini telah dipastikan melalui sebuah Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan PSSI belum lama ini.


Dalam SK yang bernomor SKEP/69/XI/2020 dijelaskan terkait gaji pemain.


PSSI mewajibkan klub agar membayar gaji pemain sebesar 25 persen.


Hal ini dilakukan untuk bulan Oktober hingga Desember 2020.


Bukannya tanpa dasar, keputusan tersebut diambil PSSI sesuai kesepakatan yang telah terjalin dengan Klub Liga 1, Liga 2, APPI dan APPSI.


Selain Arema FC, diwakili sang Pelatih (juru taktik) Robert Rene Alberts, Persib juga menyayangkan keputusan tersebut.


Menurutnya dengan besaran gaji seperti itu pemain bakal susah untuk bertahan.


"Kami hidup dengan gaji 25 persen dan tidak banyak orang yang bisa bertahan," ujar Robert.



Share on: