Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Marc Klok Sebut Sulit Punya Teman Baik di Sepakbola
20 Juni 2021 | 16:25 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Skor.Id ± 2 tahun yang lalu
1 k   x
Share on:
(Marc Klok Sebut Sulit Punya Teman Baik di Sepakbola) - @Skor.Id - Duet maut lini tengah Persija pada Liga 1 2020, Evan Dimas dan Marc Klok (10).
Keterangan gambar : Marc Klok Sebut Sulit Punya Teman Baik di Sepakbola Duet maut lini tengah Persija pada Liga 1 2020, Evan Dimas dan Marc Klok (10). (Sumber gambar:@Skor.Id)

Eksklusif Marc Klok: Terkadang Sulit Punya Teman Baik di Sepak Bola

Liga123 -  Kesepian dan kesendirian sudah bukan lagi menjadi hal yang baru bagi pemain Naturalisasi Persija Jakarta, Marc Anthony Klok.

Bagi pemain yang akrab dengan nama Marc Klok itu, sulit rasanya mencari teman baik dari dunia Sepakbola yang digelutinya.

Marc Klok bukannya tak punya teman sesama pemain sepakbola. Kendati Demikian, baginya, mencari teman baik atau bahkan sahabat, adalah perkara yang sulit.

"Jujur saja, saya sebenarnya tidak punya teman di Sepakbola. Kami sekadar saling mengenal dan bersenang-senang bersama," ujar Marc Klok kepada Skor.id.

"Jadi, untuk berbicara apakah saya benar-benar memiliki teman baik di Sepakbola, saya pikir tidak," ia melanjutkan, dalam sesi bincang-bincang bertajuk Dine with Viola.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang (Midfielder) itu akhirnya harus menciptakan garis tegas untuk memisahkan dunia kerja dengan ranah privat.

Dari pengalamannya selama ini, bukan hal yang baru jika antarpemain memiliki persaingan tersendiri, meskipun sebenarnya mereka adalah rekan satu tim dan berteman baik.

Barangkali, persaingan semacam itulah yang sering dijumpai Klok sepanjang karirnya bermain Sepakbola.

Suasana kompetitif sepertinya tak hanya terjadi antara tim satu dengan tim yang lain, tetapi juga pada relasi antarpemain dalam satu tim yang sama.

"Saya suka memisahkan pekerjaan dengan privasi. Saya pikir sudah cukup umum jika sesama pemain Sepakbola sedikit cemburu," ujar Klok.

"Mereka juga memikirkan karirnya sendiri-sendiri. Jadi, terkadang sulit untuk memiliki teman baik di Sepakbola," ia melanjutkan.

Itulah sebabnya, pemain berusia 28 tahun ini lebih memilih menghabiskan waktu luangnya bersama keluarga.

Menurutnya, hubungan pertemanan di Sepakbola tak banyak membantu. Sebab, pada akhirnya, performa setiap pemain ditentukan oleh pemain itu sendiri.

Kalaupun ia memiliki teman dekat dan menghabiskan waktu bersama, tetap saja penampilannya di atas lapangan menjadi tanggung jawabnya sendiri.

"Karena pada akhirnya, saya sendiri yang harus tampil, bukan teman atau rekan setim saya," ujar Klok.

"Sangat sulit untuk berbicara ini, tetapi terkadang dalam Sepakbola sebagian waktu dihabiskan bersama orang-orang yang bekerja denganmu, atau orang-orang yang pernah bekerja denganmu."

Pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, ini menyebut situasi semacam itu terjadi karena dunia Sepakbola memiliki dinamika tersendiri.

Sebab, pergantian pemain ataupun Pelatih (juru taktik) pada setiap musim sudah jamak terjadi dan bukan hal yang asing bagi dirinya.

Sehingga, jika suatu waktu ia sudah dekat dengan pemain tertentu, bisa jadi di musim berikutnya mereka akan berpisah karena pemain tersebut hengkang menuju klub lain.

Setiap perpisahan itu terjadi, Klok harus kembali menyadari bahwa perpisahan merupakan hal yang tak terpisahkan dari sebuah pertemuan.

Sebab, setiap awal perjumpaannya dengan teman-teman baru akhirnya akan kembali ke ujung yang sama, yakni perpisahan dan kesendirian.

"Sepak bola begitu dinamis, sehingga setiap kali kami akan berganti dengan pemain baru, Pelatih (juru taktik) baru, tapi pada akhirnya, siapa yang masih ada?" ujar Klok.

"Kita tentu ingin mengobrol dengan pemain ini atau pemain yang itu. Kendati Demikian, mungkin tahun depan pemain itu akan pergi. Pada akhirnya, kita akan kembali sendirian dan harus mencari teman yang baru."


Share on: