Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?
22 September 2022 | 09:45 WIB oleh Muhammad
TimnasIndonesia - @CNNIndonesia ± 14 hari yang lalu
222   x
Share on:
(ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?) - @SportstarsID - Infografis Fachruddin Aryanto
Keterangan gambar : ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda? Infografis Fachruddin Aryanto (Sumber gambar:@SportstarsID)

Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Tim Nasional yang Makin Muda?

Liga123ID - Tim Nasional Indonesia semakin muda bersama Shin Tae Yong jelang dua laga Ujicoba /Training Match melawan Curacao saat berlangsungnya FIFA Matchday. Shin Tae Yong telah memanggil 23 pemain untuk bertemu Curacao. Dari seluruh pemain yang dipanggil mayoritas berada di bawah usia 30 tahun.

Tujuh di antara 23 pemain yang dipanggil tercatat berusia di bawah 20 tahun, kemudian 12 lainnya di bawah 25 tahun, lantas dua pemain di bawah 30 tahun, dan satu pemain di atas 30 tahun.

Andai saja dikalkulasi, rata-rata usia pemain Tim Nasional Indonesia yang dipanggil adalah 21,9 tahun. Sebelumnya belum pernah ada rata-rata usia pemain Tim Nasional Indonesia di bawah 22 tahun.

Satu-satunya pemain di atas 30 tahun adalah kapten Madura United Fachruddin Aryanto yang kini 33 tahun. Fachruddin tetap eksis karena rutin mendapat panggilan memperkuat Tim Nasional Indonesia racikan Shin Tae Yong sejak Piala AFF 2020.

Pertanyaan pun kemudian muncul mengenai seberapa penting pengaruh Fachruddin dalam skuad tim Garuda. Padahal jika mengacu usia pemain berusia 33 itu jauh di atas pemain-pemain lain yang ada dalam tim.

Fachruddin dikepung bek-bek muda yang sudah menunjukkan kualitasnya sejak usia muda. Sebut saja Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan kapten Tim Nasional Indonesia U-20 Muhammad Ferarri yang naik kelas ke Tim Nasional senior.

Di luar nama-nama yang dipanggil, sebenarnya masih ada pemain PSIS Semarang Alfeandra Dewangga. Kendati Demikian Dewangga justru tersisih dan tidak masuk skuad kali ini.

Lantas apa yang membuat Fachruddin awet masuk daftar panggil Shin Tae Yong?
Andai saja acuannya performa tim maka Fachruddin jelas layak masuk skuad Tim Nasional Indonesia lawan Curacao. Madura United saat ini tengah memuncaki klasemen Liga 1 2022/2023.

Selain itu dari catatan kebobolan Laskar Sapeh Kerrab juga masuk kategori tim yang paling sedikit kebobolan dengan lima gol. Tim yang diarsiteki Fabio Lefundes sejajar dengan PSM Makassar dan Persija Jakarta yang juga baru kebobolan jumlah gol yang sama.

Fachruddin turut andil dalam sukses Madura United pada awal musim ini. Ia selalu bermain dalam 10 pertandingan dengan bermain selama 900 menit yang artinya selalu bermain 90 menit di setiap pertandingan.

Transfer Ilmu Ke Pemain Muda
Selain performa bagus di klub, Fachruddin dibutuhkan karena jam terbangnya yang tinggi. Meski dari segi kecepatan sudah jauh berkurang, pengalaman Fachrudin dibutuhkan untuk membimbing para pemuda yang dipanggil ke Tim Nasional Indonesia.


Keberadaan Fachruddin Aryanto Dinilai Sangat Berpengaruh Di Tim Nasional Senior Indonesia

Keberadaan pemain senior memang penting dalam sebuah tim. Ini untuk memberikan keseimbangan dalam skuad yang berisikan para pemain muda yang ambisius dan haus akan kemenangan.

Dari segi kemampuan bertahan, pemain kelahiran Klaten, Jawa Tengah, itu tergolong solid dan tak mudah dilewati lawan, tidak kalah dengan para pemain muda. Kelebihan itu pula yang bisa terlihat saat Fachruddin membawa tom Garuda finis runner up di Piala AFF 2020 dan berhasil lolos ke putaran final Piala Asia 2023.

Fachruddin bisa menjalin kerja sama yang baik dengan Rizky Ridho dan Elkan Baggott di jantung pertahanan. Sosoknya yang tenang dan tak sembrono saat mengawal pertahanan jadi nilai plus lain.

Pengoleksi 50 caps bersama Tim Nasional Indonesia ini diperkirakan akan tetap punya peran penting saat berUjicoba /Training Match melawan Curacao. Meskipun Shin Tae Yong kini telah mempromosikan kapten Tim Nasional Indonesia U-20, Muhammad Ferrari ke Tim Nasional senior.

Fachruddin juga diharapkan bisa menularkan pengalaman yang dimilikinya kepada para pemain muda seperti Muhammad Ferarri dan Ridho sebagai palang pintu pertahanan.

Empat pemain muda andalan Shin Tae Yong di Indonesia vs Curacao:

Elkan Baggott
Baggott bukan sosok yang asing di Tim Nasional Indonesia. Meski baru berusia 19 tahun, pemain berdarah Inggris itu sudah menjadi langganan tim Merah Putih asuhan Shin Tae Yong.

Pemain yang kini memperkuat Gillingham itu melakoni debut bersama Tim Nasional Indonesia pada November 2021. Baggott bermain selama 68 menit dalam laga yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Gloria Antalya, Turki.

Baggott kemudian jadi bagian skuad Tim Nasional Indonesia di Piala AFF 2020. Kemudian, Baggott kembali dipanggil masuk skuad Tim Nasional Indonesia yang berhasil lolos ke Piala Asia 2023.

Kendati masih berusia muda, Baggott begitu dewasa dalam bermain. Ia begitu tenang dalam bertahan, ditambah dengan visi bermain yang bagus, dan andal dalam duel udara dengan posturnya yang menjulang.

Marselino Ferdinan
Marselino juga masuk dalam kategori pemain muda dengan bakat besar. Di usianya yang masih 18, Marselino sudah menjadi andalan di Persebaya Surabaya.

Adik pemain PSIS Semarang Oktafianus Fernando itu rutin mengisi susunan start tim Bajul Ijo. Di level Tim Nasional kelompok umur, sosok Marselino juga begitu diandalkan.

Ramadhan Sananta
Ramadhan menjadi salah satu muka baru di Tim Nasional Indonesia. Penyerang muda PSM Makassar itu dipanggil karena memperlihatkan kemampuan yang menjanjikan sebagai salah satu pemain muda dengan prospek menjanjikan.

Di PSM, Ramadhan sebenarnya bukan pilihan utama. Ia berstatus pemain pengganti bomber impor asal Brasil, Everton.

Menariknya Ramadhan selalu tampil total saat dimainkan oleh Tavares. Pergerakan dan ketajaman pemain berusia 19 itu membuat sosoknya menuai pujian.

Meski minim pengalaman, Ramadhan berpotensi membuat kejutan dengan bermain sebagai starter. Catatan tiga gol dari enam laga di Liga 1 menjadi acuannya.

Muhammad Ferarri
Ferarri memperlihatkan kematangannya sebagai sosok pemimpin di usianya saat ini, 19 tahun. Ini terlihat dari kepercayaan yang diberikan Shin Tae Yong menjadikannya kapten Tim Nasional Indonesia U-20.

Kelebihan Ferarri bukan hanya soal mentalitasnya. Pemain Persija Jakarta itu juga dibekali kemampuan yang mumpuni sebagai seorang pemain belakang.

Ferarri memiliki visi bermain yang bagus dan kemampuan bertahan yang ciamik. Ketenangannya dalam bertahan juga menjadi nilai plus lain.

Satu kelebihan lain Ferarri bisa menjadi pemain yang berbahaya dalam situasi bola mati. Dengan dua laga Ujicoba /Training Match melawan Curacao, Ferarri berpotensi diberikan kesempatan melakoni debut di Tim Nasional senior.

Kekurangan Ferarri di Tim Nasional Indonesia Dijabarkan Pemain Senior
Muhammad Ferarri mengaku mendapat masukan dari para pemain senior mengenai kekurangannya saat menjalani latihan Tim Nasional Indonesia jelang melawan Curacao pada FIFA Matchday, Sabtu (24/9).

Ferarri merupakan salah satu wajah baru yang mendapatkan kesempatan dari Pelatih (juru taktik) Shin Tae Yong untuk masuk skuad Tim Nasional Indonesia. Bek 19 tahun itu promosi ke tim senior setelah membawa Tim Nasional Indonesia U-20 lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023.

Dikutip dari situs resmi PSSI, Ferarri mengaku tidak kesulitan beradaptasi bersama Tim Nasional senior. Bek Persija Jakarta itu mendapat dukungan luar biasa dari para pemain senior.

"Alhamdulillah, senior-senior menyambut saya dengan baik. Mereka merangkul dan mengajarkan saya cara berlatih bersama tim senior. Mereka juga menjabarkan kekurangan saya dalam latihan," ujar Ferarri.

Peluang Ferarri untuk tampil dan melakoni debut di Indonesia vs Curacao juga cukup besar. Pemain kelahiran Jakarta, 21 Juni 2003, itu mengaku tidak ingin mengecewakan Shin Tae Yong jika diberikan kesempatan main.

"Ya, saya hanya disuruh melakukan yang terbaik dan terus percaya diri. Kalaupun nanti dikasih kesempatan, Insya Allah juga akan memberikan yang terbaik untuk tim," ujar Ferarri.



Share on: