Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Program Timnas U-19 Selama Di Eropa Akan Sia-Sia Jika Liga 1 Dan 2 Di Stop
21 Oktober 2020 | 14:58 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Okezone.com ± 2 tahun yang lalu
222   x
Share on:
(Program Timnas U-19 Selama Di Eropa Akan Sia-Sia Jika Liga 1 Dan 2 Di Stop) - @Okezone.com - Logo PSSI
Keterangan gambar : Program Timnas U-19 Selama Di Eropa Akan Sia-Sia Jika Liga 1 Dan 2 Di Stop Logo PSSI (Sumber gambar:@Okezone.com)

Program Tim Nasional Indonesia U-19 Berpotensi Mandek jika Liga 1 dan Liga 2 2020 Tak Bergulir


Liga123 - Program Pelatihan Tim Nasional (Tim Nasional) Indonesia U-19 berpotensi mandek seandainya Liga 1 dan Liga 2 tidak juga dilanjutkan. Kenyataannya, sejumlah pemain Tim Nasional U-19 merumput bersama klub yang berlaga di dua kompetisi tersebut.


Liga 1 2021 yang baru memainkan tiga pertandingan, terhenti pada pertengahan Maret 2020 karena awal pandemi virus corona. Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia(PSSI) kemudian menjadwalkan Liga 1 dan Liga 2 dilanjutkan pada 1 Oktober 2020.


Kendati Demikian, kedua kompetisi terpaksa ditunda. Kepolisian tidak memberikan izin keramaian di semua tingkatan karena kasus korona virus masih tinggi serta berbarengan dengan jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di beberapa wilayah.


PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB), penyelenggara Liga 1 dan 2 serta sejumlah klub peserta liga melakukan rapat. Mereka menyepakati kompetisi untuk dilanjutkan pada November mendatang. Hanya saja, sejauh ini Polri masih belum memberikan izin atas kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020.


PSSI memiliki tiga skema untuk melajutkan Liga 1. Pertama, tetap sesuai jadwal pada November mendatang. Kedua, liga akan mulai pada Desember 2020 dengan perubahan jadwal.


Ketua PSSI, Mochamad Iriawan menjelaskan pihaknya sangat menginginkan Liga dan Liga 2 bergulir. Menurut dia, ketiadaan kompetisi akan menghilangkan program Pelatih (juru taktik) Tim Nasional Indonesia U-19, Shin Tae-yong, yang dipersiapkan untuk menghadapi Piala Dunia U-20 2020 di Indonesia.


“Kita berharap kembali bergulir, baik kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Kompetisi sangat penting bagi kita. Khawatir tidak ada kompetisi akan ada yang hilang dari program Shin Tae-yong," ujar Iriawan saat jumpa pers virtual usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo pada Selasa 20 Oktober 2020.


Ketiga, Liga 1 akan bergulir pada Januari 2021. Kendati Demikian, sistem Liga 1 2021 akan menggunakan skema dua wilayah.


Tim Nasional Indonesia U-19 sejak September 2020 sedang melakukan Training Camp atau training center (TC) di Korasia. Skuad Garuda Muda Junior dijadwalkan akan kembali ke Tanah Air pada akhir Oktober mendatang.


"Karena setelah kembali dari TC, mereka akan bergabung dengan klubnya, untuk bisa berkompetisi baik di Liga 1 maupun Liga 2, demikian siklus yang ada. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian agar Liga 1 maupun Liga 2 bisa bergulir," harap Iriawan.


"Shin Tae-yong memiliki program check in dan check out. Andai saja pemain Tim Nasional Indonesia U-19 tidak melakukan Training Camp, Shin Tae-yong ingin pemain bisa berkompetisi. Maka itu, kami berharap kompetisi bisa bejalan," ungkap eks Kapolda Metro Jaya tersebut.



Share on: