Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Ketua Umum Klub Liga 3 Ini Berharap Liga 1 Tidak di Lanjutkan
22 September 2020 | 06:09 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Indosport.com ± 2 tahun yang lalu
197   x
Share on:
(Ketua Umum Klub Liga 3 Ini Berharap Liga 1 Tidak di Lanjutkan) - @Indosport.com - Logo klub Liga 1 2020
Keterangan gambar : Ketua Umum Klub Liga 3 Ini Berharap Liga 1 Tidak di Lanjutkan Logo klub Liga 1 2020 (Sumber gambar:@Indosport.com)

Kasus Positif Corona Terus Meningkat, Liga 1 2021 Lebih Baik Ditiadakan Saja?


Liga123 - Kompetisi Sepakbola paling elite di Indonesia, Liga 12020, bakal kembali bergulir mulai 1 Oktober mendatang. Hajatan ini diputuskan untuk berlanjut meski kondisi pandemi korona virus di Tanah air masih jauh dari kata reda.


Keputusan melanjutkan Liga 1 lantas menuai pro dan kontra. Sebagian kalangan ingin melihat Sepakbola Indonesia bergeliat lagi setelah cukup lama vakum akibat pandemi virus corona, namun ada pula yang berpikir sebaiknya kompetisi dikosongkan dulu demi keselamatan bersama.


Pendapat yang disebut belakangan tentu berpedoman kepada situasi terkini yang semakin memprihatinkan. Kasus positif korona virus di Indonesia seringkali menembus angka 4.000-an per hari selama beberapa waktu terakhir.


Salah satu orang yangmelawan terhadap kebijakan melanjutkan Liga 1 adalah Ketua Umum klub Liga 3 2020, PSJS Jaksel, Try Joko Susilo. Dia memiliki pandangan tersendiri soal urgensi memutar kompetisi di tengah pandemi virus corona.


"Dalam kondisi pandemi korona virus seperti ini, saya kira lebih baik memprioritaskan aspek kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Kalau semua itu sudah beres baru kemudian memulai sport industry," ujar Try Joko Susilo kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Senin (21/9/20).


Try Joko melanjutkan, dia tak habis pikir dengan pemikiran para stakeholder Sepakbola nasional yang lebih mementingkan kompetisi daripada kemanusiaan di tengah pandemi virus corona.


"Saya nggak mengerti dengan orang-orang ini (pengambil kebijakan). Wong duitnya saja nggak ada kok mau dipaksakan. Apa yang mau dikejar juga nggak akan dapat apa-apa. Yang ada malah semakin banyak penularan musibah orang sakit (positif covid-19)," cetusnya.


Satu solusi yang ada di pikiran Try Joko Susilo tentang Sepakbola Indonesia adalah bersabar menunggu situasi pandemi korona virus benar-benar reda, atau setidaknya sudah ditemukan vaksin penangkal penyakit mematikan ini.


"Itulah pilihan terbaik dari yang paling buruk. Nggak ada cara lain negara juga sedang krisis begini," ungkap pria yang juga menjabat Ketua Askot PSSI Jakarta Selatan ini.


"Tidak bijak rasanya bikin kegiatan massal yang tidak mendukung kesehatan dan keselamatan masyarakat sampai ditemukan vaksin. Kita harus super sabar saat ini tanpa harus kehilangan semangat dan cita-cita Sepakbola," ujar Try Joko.


Dengan itu, Try Joko menjelaskan bahwa pihak PSJS Jaksel sempat merencanakan seleksi untuk menatap Liga 3 2020 pada minggu ini, namun belakangan dibatalkan.


"Seleksi itu kemarin baru wacana saja, diundur lagi. Liga 3 2020 saja masih belum jelas kapan bergulir. Mungkin nanti last minute setelah Liga 1 dan Liga 2 dimulai lagi," imbuhnya.


"Saat ini memang sangat rumit mengelola Sepakbola. Pilihan sementara Askot PSSI Jaksel serta PSJS adalah bertahan untuk kelangsungan hidup dengan tetap menjaga kesehatan. Kami mencari penghasilan lain di luar bisnis Sepakbola sambil berharap vaksin ditemukan secepatnya dan kita dapat hidup normal kembali," pungkas Try Joko.


 



Share on: