Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
PSSI Memastikan Kejelasan Nasib Kevin Diks Bakarbessy untuk Timnas Indonesia
22 September 2020 | 21:15 WIB oleh Muhammad
TimnasIndonesia - @Pssi.org ± 2 tahun yang lalu
268   x
Share on:
(PSSI Memastikan Kejelasan Nasib Kevin Diks Bakarbessy untuk Timnas Indonesia) - @Pssi.org - Foto Logo Federasi Sepakbola Indonesia /PSSI
Keterangan gambar : PSSI Memastikan Kejelasan Nasib Kevin Diks Bakarbessy untuk Timnas Indonesia Foto Logo Federasi Sepakbola Indonesia /PSSI (Sumber gambar:@Pssi.org)

Kevin Diks tidak Bisa Bermain untuk Tim Nasional Indonesia


Liga123- Menjelang Piala Dunia U-20 pada bulan Mei-Juni 2021, PSSI memang getol mencari pemain yang masih memiliki hubungan darah dengan Indonesia, baik itu dari ayah atau ibunya. Kendati Demikian, untuk periode kepengurusan Mochamad Iriawan, PSSI lebih mementingkan pemain muda (di bawah umur 20 tahun) agar bisa ditampilkan di Piala Dunia 2021 di Indonesia.


Salah satu pemain yang mencuat ialah bek Fiorentina Kevin Diks Bakarbessy. Kevin Diks adalah pemain Belanda keturunan Indonesia (Maluku). Diks memiliki darah Indonesia yang berasal dari kakek dan neneknya.


"Mamaku berasal dari Indonesia. Nama belakangnya Bakarbessy. Opa dan oma saya dari Indonesia. Mereka pergi ke Belanda di usia lima atau enam tahun," ucap Diks.


PSSI pun tertarik dan kemudian menelusuri silsilah Diks termasuk umurnya saat ini kepada agen sang pemain di Belanda. Hasilnya pemain kelahiran Apeldoorn, Belanda 6 Oktober 1996 ini sudah berusia 23 tahun.


''Usia yang tidak mungkin kita masukkan ke dalam skuad Tim Nasional Indonesia di Piala Dunia 2021. Karena kita mencari pemain yang masih berumur 18 dan 19 tahun,'' kata Plt Sekjen (Sekretaris Jendral) PSSI Yunus Nusi.


Tidak hanya itu, Kevin Diks ternyata pernah bermain untuk Tim Nasional Belanda saat berumur 21 tahun. Pasal 5 Ayat 2 Statuta FIFA menyebutkan, seorang pemain yang pernah membela sebuah negara pada kompetisi resmi FIFA tidak berhak untuk membela asosiasi lain pada pertandingan internasional.


Dalam Statuta FIFA tentang status pemain yang berganti asosiasi disebutkan bahwa pemain hanya boleh sekali berganti kewarganegaraan sehingga dia diperkenankan membela negara lain dalam pertandingan internasional.


Dalam Statuta FIFA tentang status pemain yang berganti asosiasi disebutkan bahwa pemain hanya boleh sekali berganti kewarganegaraan sehingga dia diperkenankan membela negara lain dalam pertandingan internasional.


Itu pun ada syarat yang harus dipenuhi. Pemain tersebut tidak pernah bermain di pertandingan resmi Level A bersama asosiasi sebelumnya, termasuk hanya sebagai pengganti. Apabila dia pernah bermain untuk negara lain, dia tidak berhak bermain lagi untuk asosiasi barunya.



''Ini yang pernah dialami Ezra Walian sehingga gagal melakoni pertandingan-pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2020. Ezra tidak bisa memperkuat Indonesia karena dia pernah bermain di Tim Nasional Belanda di level yunior pada kompetisi resmi UEFA,'' imbuh Yunus Nusi.


Ezra Walian tercatat pernah membela Tim Nasional U-17 Belanda pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa U-17 2014. Berdasarkan data situs web Transfermarkt, pemain kelahiran 22 Oktober 1997 itu telah bermain dua kali. Pada pertandingan versus San Marino, 19 Oktober 2013, Ezra tampil selama 40 menit. Dia mencetak 5 gol saat Belanda menang 12-0. Tiga hari berselang, Ezra dimainkan pada pertandingan versus Georgia. Dia bermain 54 menit, tapi tak mencetak gol.



Share on: