Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
PSS : Lebih Baik Liga 1 Digelar Setelah Piala Dunia U-20 2021
23 Oktober 2020 | 05:24 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Bolasport.com ± 2 tahun yang lalu
228   x
Share on:
(PSS : Lebih Baik Liga 1 Digelar Setelah Piala Dunia U-20 2021) - @Bolasport.com - Para pemain PSS Sleman saat berlatih bersama.
Keterangan gambar : PSS : Lebih Baik Liga 1 Digelar Setelah Piala Dunia U-20 2021 Para pemain PSS Sleman saat berlatih bersama. (Sumber gambar:@Bolasport.com)

PSS Sleman Usul Liga 1 Digelar Setelah Piala Dunia U-20 2021


Liga123 - Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Marco Garcia Paulo, mengusulkan agar kompetisi Liga 1 digelar setelah Piala Dunia U-20 2021.


Itu berarti kompetisi musim 2020 tidak usah dilaksanakan karena sulitnya mengadakanLiga 1 di tengah pandemi Covid19.


PSSI berusaha keras agar mendapatkan izin keramaian dari Polri untuk mengadakankembali kompetisi pada November 2020.


Andai saja tidak diizinkan, maka PSSI berharap kompetisi dilanjutkan lagi pada Desember atau Januari 2021.


Menurut Marco, melihat fakta-fakta yang ada sampai Desember 2020, hampir pasti tidak bisa diadakan kompetisi Liga 1 2021.


Paling realistis itu digelar lagi pada Januari 2021, itu pun pertengahan bulan dan lebih baik mengadakanturnamen sebagai persiapan menyambut Liga 1 2021, bukan melanjutkan Liga 1 2021.


"Jadi jika kompetisi diadakan setelah Piala Dunia U-20, dalam arti tanpa halangan dan pengunduran jadwal, maka kita bisa mulai Juni atau Juli," ujar Marco dalam rilis yang diterima BolaSport.com, Kamis (22/10/2020).


"Jadi Januari sampai Maret jadi turnamen pemanasan,” ucapnya menambahkan.


Menurut Marco, jika Yogyakarta tetap menjadi home base beberapa tim Liga 1, adanya agenda Pilkada di Yogyakarta hampir pasti tak bisa diselenggarakan pertandingan.


Terlebih lagi setelah Pilkada di Sleman juga masih ada Pilkades yang diundur, itu berarti sampai sekitar akhir Desember 2020.


“Puluhan ribu orang hidupnya tergantung dari sini. Puluhan ribu orang juga tergantung pada keputusan kita. Jadi kita tidak bisa mengambil keputusan yang gegabah,” ujarnya.


Berkaca pada sejarah, Pilkada dan kompetisi tak bisa berjalaan beriringan.


Di daerah-daerah yang diadakan Pilkada, pasti sepakbolanya yang mengalah.


Bagi Marco, sebagai warga negara yang baik, itu merupakan salah satu kewajiban dan kontribusi kita dari sepakbola ke negara.


“Tapi saya paham, PSSI dan LIB juga punya pertimbangan lain secara bisnis, sponsorship dan lain-lain."


"Tapi kita berharap mereka juga pahami kondisi klub kita, seperti di webinar yang disebut bahwa klub sudah berdarah-darah. Memang sudah hancur-hancuran,” ujar Marco.



Share on: