Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Ratu Tisha Tinggalkan Materi, Demi Sepak Bola
23 Oktober 2020 | 10:17 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bola.com ± 2 tahun yang lalu
285   x
Share on:
(Ratu Tisha Tinggalkan Materi, Demi Sepak Bola) - @Bola.com - Mantan Sekjen PSSi Ratu Tisha
Keterangan gambar : Ratu Tisha Tinggalkan Materi, Demi Sepak Bola Mantan Sekjen PSSi Ratu Tisha (Sumber gambar:@Bola.com)

Cerita Ratu Tisha: Tinggalkan Jabatan Ideal di Perusahaan Perminyakan Internasional Demi Sepak Bola


Liga123 - Ratu Tisha Destria merupakan wanita pertama yang pernah menjabat sebagai Sekjen (Sekretaris Jendral) PSSI, dan kini menduduki posisi Wakil Presiden AFF (Federasi Sepak Bola ASEAN). Kendati Demikian, Ratu Tisha melalui berbagai rintangan dan pengorbanan untuk meraih posisinya saat ini.


Wanita berusia 34 tahun tersebut mencintai Sepakbola sejak duduk di bangku SMA. Bahkan, Ratu Tisha ikut membentuk dan menjabat sebagai Manajer tim Sepakbola di sekolahnya, SMA 8 Jakarta.


Ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah, Tisha yang mengambil jurusan matematikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) masih mencintai Sepakbola. Dia turut aktif dan menjadi bagian dari Manajerial Persatuan Sepak Bola ITB (PS ITB).


Pasca-lulus kuliah pada 2008, Ratu Tisha mendapat tawaran pekerjaan di perusahaan perminyakan asal Amerika Serikat, Schlumberger. Di perusahaan tersebut, Ratu Tisha menempati posisi yang cukup tinggi, yakni senior project leader.


Fokus pada bidang geofisika, Tisha dan timnya bertugas mencari lokasi yang dianggap potensial untuk dilakukan pengeboran minyak. Dia sempat berkeliling ke sejumlah negara untuk menjalankan tugasnya tersebut, mulai Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Qatar, dan China.


Meski memiliki jabatan yang terbilang tinggi di Schlumberger, kecintaan Tisha akan Sepakbola tak pernah pudar. Dia sempat melamar untuk mengikuti program master di FIFA pada 2011.


Setelah sempat gagal, Ratu Tisha Destria akhirnya mendapat kesempatan mengikuti pendidikan di FIFA pada 2013. Tisha termasuk 28 orang yang lolos seleksi FIFA dari 6400 pendaftar dari penjuru dunia.


Lepaskan Jabatan di Perusahaan Perminyakan


Pada saat yang bersamaan, Ratu Tisha Destriaditawari jabatan yang cukup tinggi di Schlumberger untuk penempatan di China. Tetapi, akhirnya, dia melepaskan jabatan tersebut dan melanjutkan pendidikan S3 di FIFA.


Tisha memilih bidang studi Sport Humanity, Manajemen Olahraga, dan Hukum Olahraga. Dia pun berhasil lulus di peringkat ketujuh dari 28 peserta pendidikan.


"Saya memiliki ketertarikan yang sangat besar dengan Sepakbola karena Sepakbola bisa menginspirasi banyak orang. Saya penasaran apa nilai dari Sepakbola hingga bisa menginspirasi banyak orang," ujar Tisha di chanel YouTube Sandiuno TV.


"Akhirnya karena jatuh cinta pada Sepakbola, saya berkomitmen untuk menekuni Sepakbola. Saya masih ingat ketika itu mendapatkan tawaran jabatan yang lumayan tinggi di China, namun saya malah benar-benar permisi dari perusahaan tersebut dan memilih untuk kembali menjadi mahasiswa lagi," lanjutnya.


"Jadi, saya berkuliah di tiga negara. FIFA bekerja sama dengan universitas di tiga negara, Inggris, Italia, dan Swiss. Saya kuliah selama 1 tahun 3 bulan," ungkap Ratu Tisha.


Keputusan Tisha untuk melepaskan jabatan ideal di Schlumberger dipertanyakan orang-orang terdekatnya, terutama keluarga. Kendati Demikian, Ratu Tisha tetap teguh pada pendiriannya untuk mendalami manajemen Sepakbola.


"Banyak yang mempertanyakan kenapa saya harus keluar dari perushaaan itu, namun saat itu saya merasa hanya perlu melakukan lompatan untuk mengikuti sesuatu yang saya cintai sejak awal," tuturnya.


"Saya harus menekuninya untuk tahu yang saya cintai ini bisa saya kembangkan sampai menjadi apa, begitu kira-kira yang saya pikirkan," paparnya.


Menjabat Sekjen (Sekretaris Jendral) PSSI dan Wapres AFF


Setelah lulus dari pendidikan master di FIFA, Tisha kembali ke Tanah Air. Dia sempat menjabat sebagai Direktur Kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, dan tugas itu diembannya dengan sukses.


Perjalanan karier Tisha di dunia Manajerial Sepakbola terus meningkat. Wanita kelahiran Jakarta itu dipercaya memegang tanggung jawab sebagai Sekjen (Sekretaris Jendral) PSSI dari 2017 sampai 2020.


Dia menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai Sekjen (Sekretaris Jendral) PSSI. Berbagai prestasi mampu diukir Ratu Tisha sebagai Sekjen (Sekretaris Jendral) PSSI, satu di antaranya adalah terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.


Setelah memberi keputusan mundur dari PSSI pada 13 April 2020, Ratu Tisha kini lebih fokus menjalankan tugasnya sebagai Wakil Presiden AFF periode 2019-2023. Dia lagi-lagi mengukir sejarah, yakni Wakil Presiden AFF pertama yang berasal dari kalangan wanita.


"Benar-benar sebuah berkah bisa terpilih sebagai wakil presiden AFF, yang tidak bisa saya dapatkan sendiri tanpa dukungan dari pengurus PSSI yang ada dan juga teman-teman di AFF," ujar Ratu Tisha.


"Rekan-rekan di FIFA dan AFF mendorong saya untuk maju mencalonkan diri sebagai wakil presiden AFF, dan akhirnya saya terpilih secara aklamasi," ungkap wanita yang mendirikan LabBola, sebuah usaha yang bergerak dalam bidang jasa penyedia data analisis di dunia olahraga.



Share on: