Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
IPW Himbau POLRi Agar Tak Berikan Izin Pertandingan Lanjutan Liga 1 dan 2
24 September 2020 | 21:10 WIB oleh Amirul Mukminin
Liga1 - @Detik.com ± 2 tahun yang lalu
153   x
Share on:
(IPW Himbau POLRi Agar Tak Berikan Izin Pertandingan Lanjutan Liga 1 dan 2) - @Detik.com - Neta S Pane, dari Indonesia Police Watch, mendesak polisi tak keluarkan izin Shopee Liga 1 dan Liga 2.
Keterangan gambar : IPW Himbau POLRi Agar Tak Berikan Izin Pertandingan Lanjutan Liga 1 dan 2 Neta S Pane, dari Indonesia Police Watch, mendesak polisi tak keluarkan izin Shopee Liga 1 dan Liga 2. (Sumber gambar:@Detik.com)

Pandemi Corona, Polisi Diminta Tak Beri Izin Liga 1 dan Liga 2


Liga123 - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Panemengimbau agar Polri tak menerbitkan izin pelaksanaan pertandingan Shopee Liga 1 dan Liga 2.


Alasannya, saat ini angka kasus baru COVID-19 masih tinggi, sehingga dikhawatirkan munculnya klaster baru.


"Selain itu dilarangnya Liga 1 dan 2 pada awal Oktober ini, sama artinya Polri akan menyelamatkan pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada pertengahan 2021 mendatang," ujar Neta dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (24/9/2020).


Normalnya, Shopee Liga 1 akan diputar kembali pada awal Oktober dengan dipusatkan di Pulau Jawa. Begitu pun dengan Liga 2 yang menerapkan sistem home tournament dan digelar di Medan, Riau, Lampung dan Cilacap pada 17 Oktober mendatang.


"Andai saja, LIB tetap mengadakanLiga 1 yang dipusatkan di Jogja bagi enam klub di luar Jawa, seperti Persiraja Banda Aceh, Barito Putra, Borneo FC, Bali United, PSM Makassar dan Persipura Jayapura, dikhawatirkan akan melahirkan klaster baru pandemi COVID-19," ujar Neta.


"Ada dua alasan, kenapa Polri jangan memberi izin. Pertama, instruksi Presiden Jokowi yang menegaskan, masalah kesehatan dan kemanusian lebih diutamakan, ketimbang masalah ekonomi. Kedua, maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz tentang semboyan 'Salus Populi Suprema Lex Esto' yaitu Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi"," ujar Neta.


"Andai saja Liga 1 dan 2 tetap digelar dikhawatirkan akan banyak melahirkan klaster baru. Tentunya ini bertolak belakang pada sikap semua kepala daerah, yang sudah memberi instruksi kepada bawahannya, untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat."


"Andai saja, LIB dan PSSI tetap bandel mengadakankompetisi, dan melahirkan klaster-klaster baru penyebaran Covid19 di Jogjakarta dan sekitarnya," ujarnya.


Ia menilai, jika COVID-19 masih merajalela, bisa jadi otoritas sepakbola dunia FIFA akan mempertimbangkan kembali kepantasan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 nanti.


"Artinya, jika Liga 1 dan 2 tetap digulirkan. Siapa yang menjamin protokol Covid19 dijalankan oleh masing-masing penyelenggara? Siapa yang menjamin, suporter tidak datang ke sekitar stadion? Siapa yang menjamin, jika pemain dan ofisial klub yang datang dari luar Jogja, tidak membawa virus Covid19? Indikasi klaster-klaster baru di kota besar, semakin mewabah sudah terlihat," ujarnya.


Ia menilai, Shopee Liga 1 dan Liga 2 sangat berpotensi menimbulkan pandemi. Sebabnya, kedisiplinan masyarakat sepakbola Indonesia cenderung sulit diatur dan tidak disiplin.


"Andai saja, Liga 1 dan 2 tetap digulirkan, dan klaster COVID-19 semakin meningkat, khususnya di kota Jogjakarta. Bukan mustahil FIFA akan menunda atau membatalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Sebab FIFA menilai PSSI dan Pemerintah dianggap lengah dan tidak peduli dengan pandemik COVID-19. Bukan mustahil pula ke 23 negara yang lolos ke Piala Dunia U-20 tahun 2021 akan menolak bermain di Indonesia. Sebab Pemerintah Indonesia dinilai tidak mampu menurunkan penyebaran virus pandemik. Terlebih lagi sampai hari ini, tingkat kematian bertambah," ujarnya.


"Kenaikan yang terkena COVID-19 di Indonesia juga semakin besar. Saat ini saja, 59 negara telah "melockdown" Indonesia karena melonjaknya angka COVID-19 dan penyebaran virus seakan tidak bisa dikendalikan. Jadi, lebih baik Polri melakukan pencegahan untuk tidak memberi izin kepada Liga 1 dan 2. Tujuannya agar Piala Dunia U-20 bisa diselamatkan dan berlangsung di Indonesia yang diikuti 23 negara. Daripada, dibatalkan FIFA, karena pemerintah Indonesia, tak mampu mengendalikan pandemi," ujar dia lagi.



Share on: