Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Lechia Gdansk Sempat Khawatirkan Egy Maulana Vikri
28 Oktober 2020 | 15:21 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaDunia - @Bolasport.com ± 2 tahun yang lalu
499   x
Share on:
(Lechia Gdansk Sempat Khawatirkan Egy Maulana Vikri) - @Bolasport.com - Egy Maulana Vikri membela Lechia Gdansk melawan Gornik Zabrze pada pekan ketiga Ekstraklasa Liga Polandia.
Keterangan gambar : Lechia Gdansk Sempat Khawatirkan Egy Maulana Vikri Egy Maulana Vikri membela Lechia Gdansk melawan Gornik Zabrze pada pekan ketiga Ekstraklasa Liga Polandia. (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Manajemen Lechia Gdansk Sempat Khawatir dengan Egy Maulana Vikri di Polandia, Ada Apa?


Liga123 - Manajemen Lechia Gdansk sempat khawatir dengan proses adaptasi Egy Maulana Vikri pada masa awal kedatangannya ke Polandia.


Egy Maulana Vikri sudah dua tahun lebih meninggalkan Indonesia.


Sejak Maret 2018, pemain asal Medan itu merantau ke Eropauntuk merajut mimpinya menjadi bintang Sepakbola dunia.


Pada 2018 silam, Egy memenuhi pinangan dari klub asal Polandia, Lechia Gdansk.


Egy yang saat itu belum genap berusia 18 tahun pun terbang untuk menjalani petualangan di Benua Biru.


Pada awal kedatangannya ke Polandia, bisa dibilang Egy langsung dihadapkan pada tantangan berat.


Bukan persoalan penampilan di lapangan, melainkan proses adaptasi dengan situasi yang benar-benar baru.


Sebagai pemain muda berusia 17 tahun, Egy harus merantau sangat jauh dari keluarga di sebuah negeri yang tidak berbahasa Indonesia.


Hal itu ternyata juga menjadi perhatian utama dari manajemen Lechia Gdansk.


Direktur Olahraga Lechia Gdansk, Janusz Melaniuk, mengatakan bahwa pihaknya sempat khawatir terhadap proses adaptasi Egy Maulana Vikri.


Mengingat Indonesia dan Polandia berbeda jauh dari segi budaya dan terutama bahasa.


"Sejujurnya, kami agak khawatir dan menaruh banyak perhatian terhadap Egy agar Egy bisa berdaptasi dengan mudah terhadap kondisi apapun," ujar Janusz Melaniuk dikutip Bolasport.com dari Youtube Rakuten Sports.


"Tentunya, Indonesia dan Polandia adalah dua negara yang berbeda," ujarnya lagi.


Beruntung Egy bisa melalui itu semua tanpa kendala yang berarti.


Pelatih (Juru Taktik) fisi Lechia Gdansk, Damian Korba, mengatakan bahwa Egy punya mental juara.


Pemain Tim Nasional Indonesia itu tidak pernah takut pada tantangan dan mau terus mengembangkan dirinya.


"Nampak jelas bahwa dia menyukai tantangan dan tidak takut. Itu menjadi keunggulan Egy," ujar Damian Korba.


"Ini dia mental seorang juara. Ini hal yang paling penting. Terkadang Anda bisa memiliki semuanya: teknik, fisik, mobilitas. Tapi tanpa kekuatan mental, Anda tidak akan sukses," ujarnya lagi.


Dilain sisi, Egy mengamini bahwa mental menjadi tantangan terberat bagi pemain muda Indonesia yang ingin berkarier di Eropa.


Kondisi yang jauh dari keluarga dan teman tentu bisa membuat para pemain muda itu rindu kampung halaman.


Ditambah jarang ada orang yang bisa berbahasa Indonesia sehingga para pemain muda harus belajar setidaknya menggunakan bahasa Inggris.


"Tantangan buat pemain muda Indonesia yang pertama mental, karena ini tuh jauh banget dari keluarga, jauh dari teman-teman," ungkap Egy.


"Tidak ada yang berbahasa Indonesia, terus juga sendiri di sini, tidak ada siapa-siapa," pungkasnya.



Share on: