Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Kurniawan DY Bagikan Tips Agar Menjadi Pemain Kelas Dunia
29 Oktober 2020 | 11:04 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaDunia - @Bolasport.com ± 2 tahun yang lalu
300   x
Share on:
(Kurniawan DY Bagikan Tips Agar Menjadi Pemain Kelas Dunia) - @Bolasport.com - Kurniawan Dwi Yulianto
Keterangan gambar : Kurniawan DY Bagikan Tips Agar Menjadi Pemain Kelas Dunia Kurniawan Dwi Yulianto (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Kurniawan Dwi Yulianto Bagikan Cara Menjadi Pemain yang Sukses di Level Dunia


Liga123 - Beberapa saat lalu telah berlangsung bincang hangat tentang Sepakbola Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.


Dalam bincang hangat tersebut turut hadir Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali, Ketua Umun PSSI, Mochamad Iriawan dan eks pemain Tim Nasional Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.


Acara yang diadakan oleh Babe tersebut mengusung tema tentang Piala Dunia U-20 2021, Panggung Anak Muda Indonesia.


Dalam acara tersebut banyak hal yang disampaikan oleh para pembicara, termasuk Kurniawan Dwi Yulianto.


Dalam pembahasannya, eks pemain Sampdoria tersebut membagikan ilmunya tentang bagaimana menjadi seorang pemain yang baik di level yang lebih tinggi.


Menurutnya Kurniawan, faktor mental menjadi penentu bagaimana pemain tersebut dapat berkembang dan bersaing di level dunia.


Ia juga menyebutkan bahwa pemain dilarang keras untun berpuas diri karena nantinya dapat menghambat perkembangan permainan.


"Apa yag bisa menjadikan pemain muda ini dapat berkembang adalah banyak faktor. Yang utama adalah mentality dan mindset pemain itu sendiri. Karena apabila sehebat apapun talenta pemain kita jika tidak mempunyai mentality yang mudah puas maka mereka tidak akan bisa melangkah jauh," tuturnya dalam acara yang dilangsungkan via zoom tersebut, Selasa (27/10/2020).


Selain itu faktor lainnya adalah tentang mimpi sang pemain.


Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan bahwa menjadi pemain Sepakbola harus mempunyai mimpi yang sangat tinggi.


Jangan sampai nantinya jika sudah menemukan zona nyaman, justru pemain enggan untuk mencoba tantangan yang baru sehingga tidak merasakan perkembangan di dalam kerier dan permainannya.


"Intinya adalah bagaimana mentality pemain atau mindset para pemain itu harus dirubah. Artinya jika ingin menjadi profesional sejati maka harus bermimpi setinggi-tingginya agar dapat bermain di level Sepakbola yang lebih tinggi," ujarnya.


"Karena faktanya adalah banyak sekali talenta-talenta muda yang tidak bisa melangkah lebih jauh karena mereka terlalu nyaman dengan situasi yang ada sehingga kurang lapar dalam prestasi," tambahnya.


Maka dari itu, permasalahan soal usia muda sebenarnya merupakan pekerjaan rumah untuk sekolah Sepakbola maupun pembinaan usia muda dalam membentuk karakter pemain.


Sekolah Sepakbola atau pembinaan usia muda juga harus mengenalkan faktor eksternal dalam bermain Sepakbola.


Pasalnya Kurniawan Dwi Yulianto menuturkan bahwa Sepakbola tidak melulu soal teknik dan taktik.


Sebagai contoh ialah soal bagaimana pemain dapat memotivasi dirinya sendiri untuk terus berkembang agar dapat sampai ke level yang lebih tinggi lagi.


"Ini sebetulnya bukan kesalahan pribadi dari pemain, tetapi tentu saja menjadi pekerjaan rumah untuk pembina sekolah Sepakbola atau pembina usia muda, bahwa Sepakbola tidak semata-mata soal teknik dan taktik," ungkapnya.


"Tetapi yang lebih penting daripada itu adalah bagaimana sejak usia muda mereka sudah dikenalkan faktor-faktor eksternal untuk menunjang performa mereka. Sebagai contoh bagaimana mereka memotivasi diri sendiri agar mereka bisa bermain di level Sepakbola yang lebih tinggi," ujarnya.



Share on: