Breaking News
Pertahankan Skuad Juara, Inilah Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17     Ondrej Kudela: Saya Tidak Ragu Untuk Membawanya Ke Republik Ceko     Dimas Drajad Bersiap Bawa Timnas Indonesia Juara AFF 2022, Baggott Terancam Absen     BLV Quang Huy : Indonesia Era STY Sangat Sulit Dikalahkan     Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter    
Aji Santoso, Arema FC dan Persebaya
30 Agustus 2020 | 08:47 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Jpnn.com ± 2 tahun yang lalu
520   x
Share on:
(Aji Santoso, Arema FC dan Persebaya) - @Jpnn - Aji santoso saat menjadi kapten persebaya
Keterangan gambar : Aji Santoso, Arema FC dan Persebaya Aji santoso saat menjadi kapten persebaya (Sumber gambar:@Jpnn)

Liga123 - Aji Santoso merupakan legenda hidup bagi dua klub yang memiliki rivalitas tinggi, Arema FC dan Persebaya. Karena itu, bagi Aji Santoso, Malang dan Surabaya merupakan dua kota yang memiliki kesan mendalam


Aji mengawali karir profesionalnya di Arema pada tahun 1987 hingga 1995. Kemudian hijrah Persebaya pada 1995 sampai 1999.


Kepindahannya ke Persebaya itu merupakan hal yang kontroversial. Tentu saja keputusannya ditentang oleh para Aremania. Aji berbicara kepindahannya berkaitan dengan sikap profesional.


Baginya sepakbola tidak lagi sekedar hobi, tetapi menjadi sumber kehidupannya. Nilai transfernya menjadi yang termahal saat itu dengan jumlah Rp 45 juta.


“Justru kepindahan saya itu malah menguntungkan bagi Arema. Karena dengan nilai transfer itu, mereka bisa menggaji pemain selama beberapa bulan,” ungkap pria yang saat ini melatih Persela Lamongan.


Kepindahannya bukan tanpa drama. Dia sempat diprotes besar-besaran oleh Aremania. Mereka meminta Aji untuk tetap tinggal. Padahal saat itu Aji sedang melakukan resepsi pernikahan di sebuah hotel di Malang.


Meski demikian, Aji menganggap hal tersebut wajar. Terlebih lagi saat itu dia merupakan pemain bintang. “Tidak masalah. Saya mengaggap itu dilakukan karena mereka mencintai saya,” ungkapnya.


Pindah dari Arema, Aji mendapat sambutan yang baik dari Bonek. Bahkan hal itu terjadi hingga saat ini. Bagi Aji dimanapun dia berada, haruslah bisa meninggalkan kesan yang positif.


“Dimana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung. Saya sangat respek kepada klub-klub yang pernah saya singgahi. Ketika saya melatih Arema, ya saya ke Arema. Begitu pula ketiak saya melatih Persebaya hingga Persela. Itu yang dinamakan loyalitas,” kata pria berusia 48 tahun itu.


Dengan rivalitas kedua kubu suporter yang panas, Aji manganggap hal itu biasa terjadi dalam sepakbola. Kendati Demikian dia tidak setuju jika rivalitas itu sampai menimbulkan korban jiwa.


“Jangan sampai nyawa manusia itu murah dalam sepakbola Indonesia. Boleh rival antara pemain atau suporter, tapi hanya 90 menit saja. Semoga sepakbola Indonesia tidak terluka lagi. Maka dari itu berilah dukungan secara suportif,” ungkap Aji. 


 



Share on: