Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Flashback Rochi Putiray: Nyaris Berseragam Auxerre dan Teror ke Gawang AC Milan
30 Agustus 2020 | 20:00 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaNasional - @Bola.com ± 2 tahun yang lalu
237   x
Share on:
(Flashback Rochi Putiray: Nyaris Berseragam Auxerre dan Teror ke Gawang AC Milan) - @Bolacom - Timnas Indonesia - Rochi Putiray
Keterangan gambar : Flashback Rochi Putiray: Nyaris Berseragam Auxerre dan Teror ke Gawang AC Milan Timnas Indonesia - Rochi Putiray (Sumber gambar:@Bolacom)

Liga123 - Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa Rochi Putirai, penyerang legendaris Tim Nasional Indonesia yang pernah mencetak dua gol ke gawang AC Milan itu nyaris membela Auxerre, tim sarat tradisi di Liga Prancis.


Cloude Lroy, eks Pelatih (juru taktik) Tim Nasional Malaysia yang berjasa membawa Kamerun ke Piala Dunia 1990 dengan tegas mengatakan bahwa Rochi Putirayadalah penyerang terbaik di Asia Tenggara kala itu.

"Dia hebat. Gerakannya lincah dan sangat membahayakan gawang lawan. Kalau pemain belakang lawan tak pintar-pintar menjaganya, Rochi pintar berkelit," ujarnya kepada tabloid SPORTIF edisi Desember 1994.

Suatu ketika, Claude Lroy didatangi orang TF1, sebuah stasiun televisi Prancis, menanyakan pertanyaan titipan dari Auxerre mengenai siapa pemain sepakbola Asia Tenggara terbaik yang berlaga pada ajang Piala Kemerdekaan Agustus 1994 di Surabaya.

Beberapa bulan berselang, Rochi berangkat ke Prancis dengan tekad bulat. Rencananya, jika lolos seleksi atau trial, maka Auxerre akan meminjamnya dari Arseto Solo, tim kuat Galatama era 90-an.

Perlu diketahui, Auxerre merupakan tim elite di Prancis dan Eropa. Era 90-an, Auxerre diperkuat oleh beberapa pemain top Prancis seperti Pascal Vahirua, Christophe Cocard, Bernard Diomede, Gerard Baticle, Sabri Lamouchi, dan Lilian Laslandes.

"Saya tahu itu berat dan saya harus berjuang keras. Tapi itu sudah pilihan saya," ujar Rochi mantap.

Sedianya, Rochi Putiray bakal menjadi pemain Indonesia kedua setelah Kurniawan Dwi Julianto yang bermain untuk tim profesional Eropa. Kendati Demikian, harapan itu pupus.

Rochi Putirai gagal tampil memukau pada beberapa laga Ujicoba /Training Match yang disaksikan langsung oleh Pelatih (juru taktik) kenamaan Eropa, Guy Roux. Dilain sisi, ada pula faktor yang membuatnya 'batal' berseragam Auxerre, yakni karena usia.

Padahal, Rochi kala itu masih berusia 24 tahun, cukup muda buat seorang pemain sepakbola. "Kalau dia datang 3-4 tahun lalu, mungkin ia bisa diterima," ujar Roux.

Alasan yang dikemukakan Roux terkesan basa-basi saja. Terdapat sejumlah kemungkinan yang bisa menjawab apa yang menyebabkan Rochi gagal berseragam Auxerre.

Rochi menyebut bahwa ia batal bermain untuk Auxerre karena gagal menyarangkan dua peluang emas pada Ujicoba /Training Match resmi. Padahal, pada dua kali Ujicoba /Training Match tak resmi, Rochi sanggup mencetak dua gol.

Auxerre dikenal sebagai tim kaya raya bertabur bintang. Satu alasan ini disinyalir punya efek besar di balik gagalnya Rochi bergabung. Singkatnya, kualitas Rochi belum sepadan nama-nama besar yang pernah membela Auxerre, sebut saja Enzo Scifo.

Teori lain menyebutkan bahwa dari awal sebetulnya Auxerre memang tidak benar-benar menginginkan Rochi Putiray. Terlebih, media-media Prancis yang menanyakan isu transfer Rochi kepada Roux mendapat jawaban sangat mengejutkan.

Bahwa Roux tidak tahu menahu soal rencana transfer Rochi ke Auxerre.

Potensi Rochi Putiray terendus oleh klub Liga Hongkong, yakni Instant-Dict FC. Ia hijrah dari Persija Jakarta pada tahun 2000, dan langsung mempersembahkan gelar juara Piala FA Hongkong dan posisi runner-up di Liga.

Kiprahnya di Liga Hongkong semakin mengilap ketika bermain untuk sejumlah klub, di antaranya Happy Valley, Kitchee SC, hingga South China AA.

Yang istimewa, Rochi membobol gawang AC Milan. Momen itu terjadi saat musim 2003-2004. Rochi mendapat kesempatan untuk tampil saat klub yang dibelanya, Kitchee SC melawan AC Milan di Hong Kong Stadium, dalam sebuah laga Ujicoba /Training Match.

AC Milan yang saat itu diperkuat Andriy Shevchenko hingga sang kapten Paolo Maldini tetap tak membuat Rochi gentar sedikitpun. Ia berhasil menjebol gawang Christian Abbiati ketika itu dan menjadi momen bersejarah dalam hidupnya.

"Laga lawan AC Milan memang termasuk menjadi salah satu yang paling berkesan selama karier saya," ungkapnya.



Share on: