Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Nasib Liga 1 Tak Sebaik Kompetisi Negara Lain di ASEAN
30 Oktober 2020 | 07:48 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaDunia - @Bolasport.com ± 2 tahun yang lalu
263   x
Share on:
(Nasib Liga 1 Tak Sebaik Kompetisi Negara Lain di ASEAN) - @Bolasport.com - Logo Liga 1
Keterangan gambar : Nasib Liga 1 Tak Sebaik Kompetisi Negara Lain di ASEAN Logo Liga 1 (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Liga 1 Tertidur Sementara, Beda dengan Kompetisi di Vietnam, Thailand, dan Malaysia


Liga123 - PSSI telah memberi keputusan untuk tidak menggulirkan lanjutan kompetisi Liga 1 pada tahun 2020.


Rencananya kompetisi Liga 1 2021 akan kembali digulirkan pada awal tahun 2021.


Izin dari pihak kepolisian yang tidak terbit menjadi ganjalan untuk Liga 1 dapat bergulir pada tahun 2020.


Pilkada serentak dan kondisi pandemi yang belum mereda menjadi alasan kepolisian enggan mengeluarkan izin.


PSSI sudah dua kali menunda gelaran kompetisi Liga 1.


Pada Oktober lalu, PSSI memberi keputusan untuk menunda jalannya kompetisi jelang beberapa kick-off.


Kemudian, PSSI kembali menunda gelaran Liga 1 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2020.


Nasib yang dialami Liga 1 pun tidak seberuntung dengan kompetisi di negara tetangga yang menjadi rival Indonesia seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand.


Kompetisi tiga negara yang disebut di atas saat ini masih berlangsung bahkan sudah ada yang mengunci gelar juara.


Di tengah pandemi yang masih mewabah, kompetisi di Malaysia (Malaysia Super League) hanya menerapkan satu putaran.


Saat ini, Malaysia Super League 2020 sudah memasuki minggu terakhir kompetisi.


Di mana setiap tim hanya menyisakan satu kali pertandingan.


Bahkan, Johor Darul Ta'zim sudah mengunci gelar juara Malaysia Super League.


Johor Darul Ta'zim kokoh di puncak klasemen dengan mengoleksi 29 poin dari 11 pertandíngan yang sudah dilakoni.


Kemudian, ada kompetisi di Vietnam yang saat juga masih berlangsung.


Kompetisi yang dikenal dengan nama V.League 1 2020 menggunakan format dua grup.


Tim yang berada di posisi delapan teratas akan masuk ke Grup A untuk merebutkan gelar juara pertama sampai ketiga.


Sementara enam tim terbawah masuk ke Grup B untuk menentukan siapa yang akan terderadasi.


Hanya ada satu tim yang akan terdegradasi dari V.League 1 2020.


Di delapan posisi teratas, ada Viettel FC yang berada di puncak klasemen dengan koleksi 34 poin dari 17 pertandíngan.


Sedangkan dalam posisi enam terbawah, ada Quang Nam yang berada di dasar klasemen dengan torehan 15 poin dari 17 pertandíngan.


Kemudian, ada kompetisi kasta tertinggi Thailand, Thai League 1 2020.


Thai League 1 2020 tetap menggunakan format kompetisi penuh dengan sistem home-away.


Bangkok Glass FC saat untuk sementara berada di posisi puncak klasemen dengan mengoleksi 26 poin dari 10 pertandíngan.


Sementara Rayong FC berada di dasar klasemen tanpa mengoleksi satu poin pun dari sembilan pertandingan.


Padahal bergulirnya kompetisi Liga 1 sangatlah diharapkan Pelatih (juru taktik) Tim Nasional U-19 Indonesia, Shin Tae-yong.


Shin Tae-yong menginginkan pemain Tim Nasional U-19 Indonesia kembali memperkuat klubnya untuk mendapatkan menit bermain di liga 1 seusai Training Camp (TC) di Kroasia.



Share on: