Breaking News
Sepi Penonton, Ketua PSSI Berdalih Lawan Tak Terkenal Dan Akan Edukasi Supporter     Dipermalukan Indonesia, Pelatih Curacao: Di Laga Kedua Kami Tunjukkan Level Sesungguhnya     Rekor Fantastis Curacao vs Negara Asia, Tapi Indonesia Berpeluang Besar Cukur Curacao     ANALISIS | Kenapa Fachruddin Masih Dipanggil ke Timnas yang Makin Muda?     Elkan Baggott Berminat Bela Klub Indonesia, Tapi Setelah Mengejar Mimpi Di Inggris    
Shin Tae-yong di Kritik, Media Korea Selatan Buka Suara
31 Oktober 2020 | 10:20 WIB oleh Amirul Mukminin
SepakbolaDunia - @Bolasport.com ± 2 tahun yang lalu
385   x
Share on:
(Shin Tae-yong di Kritik, Media Korea Selatan Buka Suara) - @Bolasport.com - Shin Tae-yong dan Yusuf Kurniawan
Keterangan gambar : Shin Tae-yong di Kritik, Media Korea Selatan Buka Suara Shin Tae-yong dan Yusuf Kurniawan (Sumber gambar:@Bolasport.com)

Media Korsel Turut Soroti Kritikan Komentator Indonesia ke Shin Tae-yong


Liga123 - Media Korea Selatan, Asean Express turut menyoroti kritikan yang ditujukan untuk Shin Tae-yong oleh komentator Sepakbola Indonesia.


Kritikan salah satu komentator Indonesia, Yusuf Kurniawan kepada Shin Tae-yong soal Tim Nasional U-19 Indonesia juga turut diberitakan oleh media Korea Selatan, ASEAN Express.


Beberapa waktu lalu, Yusuf Kurniawan atau yang biasa disapa Bung Yuke tersebut melontarkan kritikan cukup pedas kepada sang arsitek Tim Nasional U-19 Indonesia tersebut.


Ia menyebutkan bahwa Pelatih (juru taktik) asal Korea Selatan itu tidak cakap dalam membangun Sepakbola Indonesia secara keseluruhan termasuk didalamnya soal penerapan fondasi dan filosofi Sepakbola Indonesia.


Komentator lainnya, Tommy Welly tidak setuju dengan pernyataan Yuke.


"Shin Tae-yong itu bukan direktur teknik, Shin Tae-yong adalah head coach Tim Nasional yang kebetulan diberi wewenang menangani beberapa kelompok Tim Nasional. Mulai senior, U-22 dan U-20 atau yang saat ini U-19," ujarnya seperti dikutip Bolasport.com dari kanal Youtubenya, Gocek Bung Towel, Kamis (22/10/2020).


"Artinya membangun fondasi dan filosofi bukan tanggung jawab atau area kewenangan Shin Tae-yong. Jadi Shin Tae-yong menciptakan, membuat maksimal performa Tim Nasional U-19 atau U-20 tahun depan," tambahnya.


Terkait dalam menciptakan performa yang maksimal, Bung Towel meminta agar Shin Tae-yong bekerja seperti yang ia inginkan.


Selain itu ia menyebutkan bahwa peran publik dan media tak kalah pentingnya dalam melakukan pengawasan terhadap Tim Nasional saat ini.


Dengan adanya kontrol terhadap Tim Nasional maka dapat dipastikan seluruh program yang dijalankan oleh Tim Nasional dapat termonitor dengan baik.


"Bagaimana caranya adalah sesuai dengan cara yang dipahami oleh Shin Tae-yong. Semua harus mengawasi, menjaga supaya Tim Nasional kita mendapatkan sebuah control social dari media dan publik," sebutnya.


Tommy Welly menilai yang dikatakan Yuke soal Shin Tae-yong adalah salah alamat.


"Tetapi koridornya harus pas, jangan salah alamat jangan ketuker. Kritikannya untuk direktur teknik atau Shin Tae-yong? Kalau soal fondasi memang bukan areanya STY," ungkapnya.


Asean Express menyoroti langsung perdebatan di antara kedua komentator Indonesia tersebut dalam sebuah artikelnya pada Rabu (28/10/2020).


"Dalam beberapa waktu terakhir, Sepakbola Indonesia diramaikan dengan anggapan mengenai Pelatih (juru taktik) Shin Tae-yong. Kritikus Sepakbola Yusuf Kurniawan berbicara Shin Tae-yong tidak cukup untuk mebangun fonasi atau filosofi Sepakbola Indonesia menjadi kompetitif," tulis media tersebut.


Shin Tae-yong sendiri saat initelah menyelesaikan Training Camp (TC) Tim Nasional U-19 Indonesia di Kroasia.


Skuad Garuda Nusantara telah tiba di Jakarta pada Selasa (27/10/2020).


Para pemain akan diliburkan sejenak setelah TC di Kroasia 2 bulan.


Selanjutnya, Training Camp akan digelar lagi secara virtual per 4 November 2020.


PSSI dan Shin Tae-yong masih meggodok tujuan TC Tim Nasional U-19 Indonesia selanjutnya di luar negeri.


Beberapa negara sedang menjadi pemahasan di antaranya, Belanda, Jepang, dan Kroasia lagi.


"Hal yang paling jelas tim akan tetap keluar (luar negeri). Kemarin Prancis , tapi mereka tak memberikan masuk ke sana," ujar Mochamad Iriawan.


"Kami jajaki Belanda, Jepang juga demikian. Kami juga tanya Shin Tae-yong apakah bisa juga ke Korea Selatan," ujar Iriawan di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (27/10/2020).


"Kemana pun pemerintah dan PSSI siap memberangkatkan. Kami ingin ke negara dengan tim-tim bagus seperti Kroasia," ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.


"Karena manfaatnya banyak sekali kalau TC ke luar negeri, seperti kemarin di Kroasia," pungkasnya.



Share on: